Praktek Mengurus Jenazah

Postingan ini semata-mata untuk berbagi saja (ketika saya mengikuti pelatihan Janaiz) dan untuk kemudahan saya pribadi jika sewaktu waktu saya lupa, jadi sebelumnya saya mohon maaf jika terjadi kekhilafan dari segi isinya maupun penyampaiannya.😀
*Model yang dijadikan objek adalah teman saya, dan subjeknya pun saya dan rekan-rekan.
*ketika praktek kami tidak menyediakan kapas😀

Coba kita renungkan, bagaimana jika kita yang dibalut oleh kainn putih ini:

Janaiz

Janaiz

Janaiz
Kata janazah adalah nama bagi mayyit yang ada di dalam keranda (tanduan atau kurung batang). Sebagian ulama mengatakan janazah adalah nama bagi keranda yang di dalamnya ada mayyit. Sedangkan al-Janaiz merupakan kata jamak bagi al-janazah. (dikutip dari: http://yayasanalmuafah.wordpress.com/2012/09/19/pengertian-janazah/)

Berikut adala sedikit pengetahuan yang saya dapatkan selama pelatihan berlangsung:

  1. Tata cara memandikan jenazah
    • Dilaksanakan di tempat tertutup
    • Dibaringkan di tempat yang agak tinggi
    • Dibersihkan kotorannya yang masih melekat
    • Dibasuhkan anggota wudlunya (bukan di wudlukan)
    • Di siram seluruh tubuhnya dengan air bersih
    • Di sabuni dan digosok perlahan hingga bersih
    • Di bilas dengan air bersih
    • Terakhir di siram dengan air yang dicampur kapur barus atau kayu cendana
  2. Tata cara mengkafani jenazah
    • Kain kafan dihamparkan tiap lembar, diberikan serbuk kapur barus, serbuk kayu cendana, minyak wangi non alkohol dan lain sebagainya.
    • Jenazah diletakan diatasnya
    • Diberikan kapas pada bagian tubuh tertentu, muka, perut, hidung, telinga, dan lain-lain.
    • Dipakaikan baju, celana atau kerudung dan sorbannya yang terbuat dari kafan yang tidak berjahit.
    • Kedua tangannya disedekapkan seperti hendak shalat.
    • Dibungkus rapat-rapat dan diikat kencang dengan simpul hidup.
  3. Mensolatkan jenazah
    • Niat dalam hati akan shalat jenazah
    • Takbir pertama, membaca surat Al-Fatihah
    • Takbir kedua membaca sholawat
    • Takbir ketga membaca do’a untuk jenazah dan kaum muslimin
    • Menguncapkan salam sambil memalingkan muka ke kanan dan ke kiri.
  4. Menguburkan jenazah
    • Sediakan lubang kubur, 1 m x 2 m (sesuaikan saja)
    • Jenazah diturunkan ke liang kubur secara perlahan
    • Jenazah diletakan pada liang lahat, dan dimiringkan ke arah kiblat
    • Dibuka seluruh ikatan tali kain kafan
    • Bagian wajah dibuka agar dapat menyentuh tanah
    • Bagian belakang tubuh jenazah diganjal dengan gumpalan atau bola-bola tanah
    • Liang lahat ditutup rapat dengan papan
    • Lubang kubur ditimbun dengan tanah sampai benar-benar padat agar tidak mudah terbongkar.

Terimakasih saya ucapkan kepada kang edi yang telah berbagi ilmunya, semoga ilmunya senantiasa bermanfaat.🙂

Leave and Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s