Judul dan Rumusan Masalah

Salam blogger ^_^

Disini saya akan berbagi sedikit pengalaman, mudah-mudahan teman-teman yang baca postingan ini bisa diambil manfaatnya.

Awal mulanya ketika UTS matakuliah metode penelitian, salah satu soalnya menyuruh untuk menuliskan JUDUL Proposal Penelitiannya, kemudian RUMUSAN MASALAH nya apa!!, nah saya sudah tentukan judul proposalnya adalah “Hubungan Penerapan Teknologi Blog Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Matapelajaran Normatif“. Nah pada saat itu, judul diatas saya dapatkan dari hasil lamunan, khayalan, dan pemikiran yang cukup singkat. Itulah kesalahan besar saya, kenapa tidak dimulai dari masalah-masalah yang lebih khusus dan unik. Oleh karena itu, UTS yang harusnya saya dapat selesaikan, malah tidak dapat saya selesaikan.😦

Maksud postingan saya disini, mudah-mudahan teman-teman yang lain bisa mengambil hikmahnya dari cerita diatas. Berikut saya akan berbagi informasi dari buku “Metode Penelitian Pendidikan” BAB 12 Perumusan Masalah, Metodologi dan Desain Penelitian karangan Prof. DR. Nana Syaodih Sukmadinata.

Untuk memilih masalah penelitian (focus penelitian) tidak bisa ditentukan begitu saja, tidak bisa langsung ditentukan berdasarkan perkiraan, khayalan atau perasaan. Karena hal ini sama saja dengan (ini adalah perumpamaan yang saya suka dari bukunya beliau) menembak burung terbang, yaitu menanti burung yang akan lewat, bila ada burung lewat baru saja ditembak. Burung yang tertembak pun belum tentu yang kita harapkan, sehingga harus menanti lagi (merenung dan merenung) burung yang akan lewat. Bila kita akan memilih dan menangkap buruh maka pergilah ke kebun burung atau ke pasar burung, sebab disanalah tempatnya berbagai jenis burung.

Makna dari perumpamaan diatas dalam penelitian yaitu apabila akan mencari dan memilih masalah atau fokus penelitian, jangan didasarkan atas perenungan, lamunan dan coba-coba. Untuk memilih dan menentukan fokus atau masalah penelitian (bukan judul, sebab rumusan judul bisa ditentukan kemudian) hendaknya bertolak dari bidang keahlian kita atau bidang peneliti.

Lingkup bidang keahlian tersebut mungkin sangat luas, dan dapat dibagi atas sub bidang-sub bidang, bahkan sub-sub bidang. Memang seorang peneliti harus menguasai lingkup bidang keahliannya, walaupun sub-sub bidang tertentu dia sangat kuasai sedang sub bidang lainnya dikuasai tetapi tidak mendalam.

Menurut saya pribadi inilah kuncinya bahwa, seorang peneliti harus mampu berfikir komprehensif dan sistematik. Berfikir komprehensif artinya berfikir menyeluruh, holistik, gestalt mengetahui kalau mungkin menguasai keseluruhan lingkup bidang keahliannya, dan masalah-masalah yang ada di dalamnya. Befikir sistematik artinya dalam pemahamannya yang menyeluruh tadi dia mampu mengelompokkan, mengurutkannya secara sistematik, tidak simpang siur, dan tumpang tindih.

Mungkin itulah beberapa hal yang saya anggap menarik mengenai Penentuan judul dan perumusan masalah ketika akan melalukan Penelitian Pendidikan.
Jadi, intinya:

  • Tentukan dulu Rumusan masalah atau mantapkan pada diri kita kira-kira apa yang menjadi masalah utama yang terjadi saat ini yang mungkin dapat kita teliti
  • Jika sudah mantap, baru tentukan judulnya sedetail mungkin dan tidak menimbulkan persepsi ganda (ambigius)
  • Befikir Komprehensif dan Sistematik ^_^

Leave and Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s