Variable Length Subnet Mask – VLSM

Salam Blogger ^_^

Sebelum belajar mengenai VLSM (Variable Length Subnet Mask) disarankan anda telah memahami materi Subneting

Proses subnetting menghasilkan beberapa subjaringan dengan jumlah host yang sama, maka ada kemungkinan di dalam segmen-segmen jaringan tersebut memiliki alamat-alamat yang tidak digunakan atau membutuhkan lebih banyak alamat. Oleh karena itu, dalam kasus seperti ini proses subnetting harus dilakukan berdasarkan segmen jaringan yang dibutuhkan oleh jumlah host terbanyak. Nah, untuk memaksimalkan penggunaan ruangan alamat yang tetap, subnetting pun dilakukan secara rekursif (rekursif maksudnya membagi menjadi beberapa sub jaringan yang diambil dari jaringan itu sendiri)untuk membentuk beberapa subjaringan dengan ukuran bervariasi, yang diturunkan dari network identifier yang sama. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa VLSM adalah teknik subnetting untuk membentuk beberapa subjaringan dengan ukuran bervariasi yang diturunkan dari network identifier yang sama. Supaya lebih mengerti sebaiknya kita lakukan cara perhitungan menggunakan VLSM.

Misalnya ada alamat network 192.168.1.0/24 untuk mengkomunikasikan 4 buah gedung. Gedung A terdapat 14 PC, gedung B terdapat 30 PC, gedung C terdapat 20 PC, dan gedung D terdapat 6 PC. Bagaimanakah kita membuat subnet dengan menggunakan VLSM?

Penyelesaian:

  • Urutkan gedung dari pemakaian PC terbanyak ke yang terkecil
  • Urutannya menjadi gedung B, gedung C, gedung A, dan gedung D
  • Pahami tabel “desimal-biner” berikut:
    Desimal 128 64 32 16 8 4 2 1
    Biner 27 26 25 24 23 22 21 20
  • Menghitung penggunaan IP untuk gedung B
    • Rumus: banyaknya PC + 3 => 30 + 3=33

      dari tabel “desimal-biner”, 2 dipangkatkan berapa supaya nilai 33 bisa termasuk didalamnya?

      Jawabannya 2 dipangkatkan 6, sehingga pola bitnya menjadi:

Desimal 128 64 32 16 8 4 2 1
Biner 27 26 25 24 23 22 21 20
Berikan angka 1 dari kiri ke kanan sampai sejajar dibawah 26, dan sisanya berikan angka 0 ke kanan hingga sejajar 20
Pola bit 1 1 0 0 0 0 0 0
    • Cari subnet mask yaitu menghitung jumlah desimal dengan melihat posisi angka 1 pada pola bit. Jadi subnet mask nya: 128+64=192
    • Hitung range IP (jatah penggunaan IP yang dapat dipakai oleh gedung B)

      Rumus: 2Y-2, dimana Y adalah banyaknya angka 0 pada pola bit.

      Sehingga didapat 26-2=62. Jadi range IP nya adalah:

      192.168.1.1 – 192.168.1.62

    • Setelah melakukan perhitungan diatas maka akan didapat data untuk  gedung B sebagai berikut:
Subnet Gedung B : 192.168.1.0
Subnet Mask : 255.255.255.192
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.62
IP Broadcast : 192.168.1.63

Subnet berikutnya dari gedung B yaitu 192.168.1.64 akan digunakan sebagai subnet gedung C.

  • Menghitung penggunaan IP untuk gedung C
    • Rumus: Banyaknya PC + 3 => 20 + 3=23
    • Dari tabel “desimal-biner” diatas, 2 dipangkatkan berapa supaya nilai 23 bisa termasuk didalamnya?

      Jawabannya 2 dipangkatkan 5, sehingga pola bitnya menjadi:

Desimal 128 64 32 16 8 4 2 1
Biner 27 26 25 24 23 22 21 20
Berikan angka 1 dari kiri ke kanan sampai sejajar dibawah 25, dan sisanya berikan angka 0 ke kanan hingga sejajar 20
Pola bit 1 1 1 0 0 0 0 0
  • Cari subnet mask yaitu menghitung jumlah desimal dengan melihat posisi angka 1 pada pola bit. Jadi subnet mask nya: 128+64+32=224
  • Hitung range IP (jatah penggunaan IP yang dapat dipakai oleh gedung C)

    Rumus: 2Y-2, dimana Y adalah banyaknya angka 0 pada pola bit.

    Sehingga didapat 25-2=30. Jadi range IP nya adalah:

    192.168.1.65 – 192.168.1.94

  • Setelah melakukan perhitungan diatas maka akan didapat data untuk gedung C sebagai berikut:
Subnet Gedung C : 192.168.1.64
Subnet Mask : 255.255.255.224
Host Pertama : 192.168.1.65
Host Terakhir : 192.168.1.94
IP Broadcast : 192.168.1.95

Subnet berikutnya dari gedung C yaitu 192.168.1.96 akan diguanakan sebagai subnet gedung A.

  • Menghitung penggunaan IP untuk gedung A
    • Rumus: Banyaknya PC + 3 => 14 + 3=17
    • Dari tabel “desimal-biner” diatas, 2 dipangkatkan berapa supaya nilai 23 bisa termasuk didalamnya?

      Jawabannya 2 dipangkatkan 5, sehingga pola bitnya menjadi:

Desimal 128 64 32 16 8 4 2 1
Biner 27 26 25 24 23 22 21 20
Berikan angka 1 dari kiri ke kanan sampai sejajar dibawah 25, dan sisanya berikan angka 0 ke kanan hingga sejajar 20
Pola bit 1 1 1 0 0 0 0 0
  • Cari subnet mask yaitu menghitung jumlah desimal dengan melihat posisi angka 1 pada pola bit. Jadi subnet mask nya: 128+64+32=224
  • Hitung range IP (jatah penggunaan IP yang dapat dipakai oleh gedung A)

    Rumus: 2Y-2, dimana Y adalah banyaknya angka 0 pada pola bit.

    Sehingga didapat 25-2=30. Jadi range IP nya adalah:

    192.168.1.97 – 192.168.1.126

  • Setelah melakukan perhitungan diatas maka akan didapat data untuk gedung A sebagai berikut:
Subnet Gedung A : 192.168.1.96
Subnet Mask : 255.255.255.224
Host Pertama : 192.168.1.97
Host Terakhir : 192.168.1.126
IP Broadcast : 192.168.1.127

Subnet berikutnya dari gedung A yaitu 192.168.1.128 akan digunakan sebagai subnet gedung D.

  • Menghitung penggunaan IP untuk gedung D
    • Rumus: Banyaknya PC + 3 => 6 + 3=9
    • Dari tabel “desimal-biner” diatas, 2 dipangkatkan berapa supaya nilai 23 bisa termasuk didalamnya?

      Jawabannya 2 dipangkatkan 4, sehingga pola bitnya menjadi:

Desimal 128 64 32 16 8 4 2 1
Biner 27 26 25 24 23 22 21 20
Berikan angka 1 dari kiri ke kanan sampai sejajar dibawah 24, dan sisanya berikan angka 0 ke kanan hingga sejajar 20
Pola bit 1 1 1 1 0 0 0 0
  • Cari subnet mask yaitu menghitung jumlah desimal dengan melihat posisi angka 1 pada pola bit. Jadi subnet mask nya: 128+64+32+16=240
  • Hitung range IP (jatah penggunaan IP yang dapat dipakai oleh gedung D)

    Rumus: 2Y-2, dimana Y adalah banyaknya angka 0 pada pola bit.

    Sehingga didapat 24-2=14. Jadi range IP nya adalah:

    192.168.1.129 – 192.168.1.142

  • Setelah melakukan perhitungan diatas maka akan didapat data untuk gedung D sebagai berikut:
Subnet Gedung D : 192.168.1.128
Subnet Mask : 255.255.255.240
Host Pertama : 192.168.1.129
Host Terakhir : 192.168.1.142
IP Broadcast : 192.168.1.143

nah, sampai disini dulu ya🙂. Mudah-mudahan postingan ini bisa membantu!…

komentarnya ya….supaya saya lebih semangat nulisnya! hehe….

One thought on “Variable Length Subnet Mask – VLSM

Leave and Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s