Pengantar Penelitian

  1. Pengertian Penelitian yang tidak “tepat”

    • Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi
      Pernah suatu ketika, seorang mahasiswa mengajukan proposal penelitian untuk “meneliti” sudut kemiringan sebuah menara pemancar TV di kotanya. Ia mengusulkan untuk menggunakan peralatan canggih dari bidang keteknikan untuk mengukur kemiringan menara tersebut. Meskipun peralatannya canggih, tetapi yang ia lakukan sebenarnya hanyalah suatu survey (pungumpulan  data/informasi) saja,  yaitu  mengukur kemiringan menara tersebut, dan survey itu bukan penelitian (tetapi bagian dari penelitian)
    • Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain
      Seorang mahasiswa telah menyelesaikan sebuah makalah “penelitian” tentang teknik-teknik pembelajaran di sekolah darurat pada peserta didik yang terkena bencana alam. Ia telah berhasil mengumpulkan banyak artikel dari suatu majalah pendidikan dan secara sistematis melaporkannya dalam makalahnya, dengan disertai teknik acuan yang benar. Ia mengira telah melakukan suatu penelitian dan menyusun makalah penelitian. Sebenarnya, yang ia lakukan hanyalah mengumpulkan informasi/data, merakit kutipan-kutipan pustaka dengan teknik pengacuan yang benar. Untuk disebut sebagai penelitian, yang dikerjakannya kurang satu hal yaitu interpretasi data. Hal ini dapat dilakukan dengan cara antara lain menambahkan misalnya: “Fakta yang terkumpul menunjukan indikasi bahwa faktor X dan Y sangat mempengaruhi proses pembelajaran di sekolah darurat”. Dengan demikian, ia bukan hanya sekedar memindahkan informasi/data/fakta dari artikel majalah ke makalahnya, tetapi juga menganalisis/data/fakta sehingga ia mampu untuk menyusun interpretasi terhadap informasi/data/fakta yang terkumpul tersebut.
    • Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi
      Seorang menteri menyuruh stafnya untuk memilihkan empat buah kotamadya (di wilayah Indonesia bagian timur) yang memenuhi beberapa kriteria untuk diberi bantuan pembangunan prasarana dasar perkotaan. Staffnya tersebut berpikir bahwa ia harus melakukan “penelitian”. Ia kemudian pergi ke kantor statistic, membongkar arsip/dokumen statistic kotamadya-kotamadya yang ada di wilayah Indonesia Bagian Timur tersebut. Dengan membandingkan  data statistic yang terkumpul dengan criteria yang diberi oleh menteri, ia berhasil memilih empat kotamadya yang paling memenuhi criteria-kriteria tersebut. Staff tersebut melaporkan hasil “penelitiannya” ke Menteri. Sebenarnya yang dilakukan oleh Staff tersebut hanyalah mencari data dan mencocokannya dengan criteria, dan itu bukan penelitian.
    • Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian
      Kata “…penelitian” sering dipakai oleh surat kabar, majalah popular, dan iklan untuk menarik perhatian (“mendramatisir”). Misalnya, berita di surat kabar:
      1. “Presiden akan melakukan penelitian terhadap Pangdam yang ingin ‘mreteli’ kekuasaan presiden”.
      2. “Semua anggota DPRD tidak perlu lagi menjalani penelitian khusus (litsus)”.
      3. Produk ini merupakan hasil penelitian bertahun-tahun (padahal hanya dirubah sedikit formulanya dan namanya diganti agar konsumen tidak bosan).
  2. Hakikat Penelitian yang benar

    • Webster’s New Collegiate Dictionary
      Penelitian adalah “penyelidikan atau pemeriksaan bersungguh-sungguh, khususnya investigas atau eksperimen yang bertujuan menemukan dan menafsirkan fakta, revisi atas teori atau dalil yang telah diterima”.
    • T Hillway (dalam buku Introduction to Research)
      Penelitian merupakan “studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut”.
    • Woody
      Penelitian adalah “metode menemukan kebenaran yang dilakukan dengan critical thinking”.  Penelitian meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, merumuskan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semua kesimpulan untuk menentukan kecocokan dengan hipotesis.
    • Leedy (1997:3)
      Penelitian adalah “proses yang sistematis yang meliputi pengumpulan dan analisis informasi (data) dalam rangka meningkatkan pengertian kita tentang fenomena yang kita minati atau menjadi perhatian kita”
    • Depdiknas RI
      Penelitian adalah “kerjasama ilmiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam rangka memperoleh informasi/temuan/produk baru melalui metodologi yang berkaitan erat dengan satu atau beberapa disiplin ilmu”.
  3. Tujuan dan alasan diadakannya penelitian

    • Ekplorasi
      Penelitian eksplorasi berkaitan dengan upaya untuk menentukan apkah suatu fenomena ada atau tidak. Contoh: “Apakah laki-laki atau wanita mempunyai kecenderungan duduk di bagian depan kelas atau tidak?”. Hasil penelitian ekplorasi, karena merupakan penelitian penjelajahan, maka sering dianggap tidak memuaskan. Tapi perlu kita sadari bahwa penjelajahan memang berarti “pembukaan jalan”, sehingga setelah “pintu terbuka lebar-lebar” maka diperlukan penelitian yang lebih mendalam dan terfokus pada sebagian dari “ruang dibalik pintu yang telah dibuka” tadi.
    • Deskripsi
      Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengkajian fenomena secra lebiih rinci atau membedakannya dengan fenomena yang lain. Contoh: “Ternyata wanita lebih cenderung duduk di bagian depan kelas dari pada laki-laki”, maka penelitian lebih lanjut untuk lebih memerinci: misalnya, “apa batas atau pengertian yang lebih tegas tentang bagian depan kelas? Apakah duduk dimuka tersebut berkaitan dengan macam mata pelajaran? Tingkat kemenarikan guru yang mengajar? Ukuran kelas?”. Penelitian deskriptif menangkap ciri khas suatu objek seseorang, atau suatu kejadian pada waktu data dikumpulkan, dan ciri khas tersebut mungkin berubah dengan perkembangan waktu. Tapi hal ini bukan berarti hasil penelitian pada waktu sebelumnya tidak berguna, dari hasil-hasil tersebut kita dapat melihat perkembangan perubahan suatu fenomena dari masa ke masa.
    • Prediksi
      Penelitian prediksi berupaya mengidentifikasi hubungan (keterkaitan) yang memungkinkan kita berspekulasi (menghitung) tentang suatu hal dengan mengetahui hal yang lain. Contoh Prediksi: Penerimaan Mahasiswa Baru, kita gunakan skor minimal tertentu yang artinya dengan skor tersebut, mahasiswa mempunyai kemungkinan besar untuk berhasil dalam studinya (prediksi antara skor ujian masuk dengan tingkat keberhasilan studi nantinya.)
    • Eksplanasi
      Penelitian yang mengkaji hubungan sebab akibat diantara dua fenomena atau lebih. Penelitian seperti ini dipakai untuk menentukan apakah suatu eksplanasi (keterkaitan sebab-akibat) valid atau tidak, atau menentukan mana yang lebih valid diantara dua (atau lebih) eksplanasi yang saling bersaing. Penelitian eksplanasi (menerangkan) juga dapat bertujuan menjelaskan, misalnya “mengapa” suatu kota tipe tertentu mempunyai tingkat kejahatan lebih tnggi dari kota-kota tipe lainnya. Catatan: dalam penelitian deskriptif hanya dijelaskan bahwa tingkat kejahatan di kota tipe tersebut berbeda dengan di kota-kota tipe lainnya, tapi tidak dijelaskan “mengapa” (hubungan sebab-akibat) hal tersebut terjadi.
    • Aksi
      Penelitian aksi (tindakan) dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan penetapan persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak sesuatu. Penelitian ini umumnya dilakukan dengan eksperimen tindakan dan mengamati hasilnya, berdasar hasil tersebut disusun persyaratan solusi. Misal, diketahui fenomena bahwa meskipun suhu udara luar sudah lebih dingin dari suhu ruang, orang tetap memakai AC (tidak mematikannya). Dalam Eksperimen penelitian tindakan dibuat berbagai alat bantu mengingatkan orang bahwa udara luar sudah lebih dingin dari udara dalam. Ternyata dari beberapa alat bantu, ada satu yang paling dapat diterima. Dari temuan itu disusun persyaratan solusi terhadap fenomena di atas.

Sumber Inspirasi dan Informasi:

  • Amirin, Tatang M. 2000. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  • Sevilla, Consuelo, G. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Diterjemahkan oleh Alimuddin Tuwu. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
  • Singarimbun, Masri. 1987. Metode Penelitian Survei. Yogyakarta: LP3ES

Download Lengkap!!

Leave and Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s