Capacity Channel Transmission

Gambar dibawah ini merupakan gambaran proses transmisi data!

Ketika transmitter mengirimkan data ke receiver maka, diperlukan media untuk mengantarkan data tersebut (media transmisi). Media transmisi itu bisa berupa hardwire, softwire, dan direct link. Media transmisi memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk mengoptimalkan fungsinya. Kemampuan yang berbeda-beda inilah dapat dikaitkan dengan “Capcity Channel Transmission”.

Capacity Channel Transmission” dapat diartikan sebagai kapasitas media/saluran transmisi. Jika, diartikan secara struktur katanya, maka:

  1. Capacity (kapasitas) adalah kemampuan maksimum untuk menampung data.
  2. Channel (saluran/media) adalah saluran yang digunakan untuk menyalurkan data dari transmitter kepada receiver
  3. Transmission adalah Proses perpindahan data dari transmitter ke receiver.

Jadi, dapat diambil pengertian bahwa kapasitas media/saluran transmisi adalah kemampuan maksimum suatu perantara (saluran) untuk menampung data yang dikirimkan oleh transmitter kepada receiver. Perlu ditekankan bahwa kapasitas saluran transmisi bukan kecepatan pengiriman data tetapi kemampuan maksimum untuk menampung data yang dikirimkan. Ukuran kapasitas transmisi adalah Bandwidth. Bandwidth menunjukkan sejumlah data yang dapat ditransmisikan untuk satu unit waktu yang dinyatakan dalam satuan bits per second (bps) atau characters per second (cps).

Kapasitas Saluran Transmisi bisa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Narrowband Channel
    Narrowband Channel atau Subvoice Grade Channel merupakan kanal transmisi dengan  bandwidth yang rendah, berkisar dari 50-300 bps. Biaya transmisi lewat narrow band channel lebih rendah, tetapi biaya  rata-rata per bitnya lebih mahal dengan tingkat kemampuan kesalahan yang besar. Jalur telegraph merupakan contoh dari penggunaan Narrowband Channel.
  2. Voiceband Channel
    Voiceband Channel atau Voice Grade Channel merupakan saluran transmisi yang mempunyai bandwidth lebih besar dibandingkan dengan narrowband channel, yang berkisar dari 300-500bps. Jalur telepon merupakan contoh dari kanal jenis ini.
  3. Wideband Channel
    Secara umum, transmisi data yang pada saluran ini sangat mahal, tetapi bila diperhitungkan biaya perbitnya akan lebih murah dan kemungkinan kesalahan transmisi kecil. Contoh penggunaannya:

    • Pemancar layanan TV secara broadcast, menggunakan 6 MHz pada setiap saluran.
    • Cable TV (CATV), atau TV Kabel dan televisi pada 700MHz.
    • Pemancaran siaran televisi dan TV Satelit. Juga termasuk untuk komunikasi data dan akses dari internet.
    • ATM (Asyncronous Transmission Mode)  sampai 13,22 Gbps. Layanan yang memiliki kemampuan besar untuk melakukan transfer data, video dan suara.
    • SONET sampai 13,22 Gbps, melalui layanan media fiber optic multiplexing berkecepatan tinggi.

Proses transmisi data berpotensi untuk terjadi kesalahan (error) data. Kemungkinan yang terjadi adalah data yang diterima tidak sama dengan data asli, yang paling parah adalah rusaknya data tersebut. Gambar berikut menggambarkan data yang tidak sinkron.

KESIMPULAN

Proses perpindahan (transmisi) data analog dan digital bukan merupakan hal yang aneh, tetapi telah menjadi kebutuhan yang krusial dalam perkembangan teknologi saat ini. Untuk melakukan transmisi data diperlukan media(channel) transmisi sebagai saluran dan perantara pengiriman data dari transmitter (sumber) kepada receiver (penerima). Kemampuan suatu media untuk menampung berapa banyak data yang bisa dibawanya merupakan hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan transmisi, karena akan berpengaruh pada sinkronisasi antara data yang asli dengan data yang diterima. Kemampuan maksimal daya tampung media(channel) transmisi untuk menampung data disebut dengan “Capacity Channel Transmission”, yang terbagi menjadi 3 jenis yaitu. Narrowband. Voiceband, dan Wideband.

Jenis Channel Kapasitas

Transmisi

Biaya

Total

Biaya

Rata-rata

Tingkat

Kesalahan

Narrowband 50 – 300 bps Rendah Tinggi Tinggi
Voiceband 300 – 500 bps Sedang Sedang Sedang
Wideband s/d 1 juta bps tinggi Rendah Rendah

SARAN

Sebelum menentukan jenis channel yang akan digunakan, sebaiknya tentukan terlebih dahulu berapa besar data yang akan dipindahkan, seberapa sering proses transmisi dilakukan, apakah proses transmisi menggunakan keuangan pribadi, dan apakah penggunaan channel transmisi milik pribadi. Jadi, menentukan jenis channel yang terbaik haruslah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Download Lengkap