Kelayakan Sumber Belajar

Pendidikan merupakan pondasi dalam suatu negara yang melahirkan sumber daya manusia (SDM). Berkualitas tidaknya SDM tergantung dari proses pendidikan  yang ditempuhnya. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.(UU No.20 tentang SPN)

Pembelajaran merupakan bagian dari pendidikan, pembelajaran merupakan gabungan dua kegiatan yaitu belajar dan mengajar. Dalam pembelajaran itu sendiri harus ditentukan siapa yang mengajar, siapa yang diajar, dan apa yang diajarkan. Tiga hal inilah yang perlu diperhatikan sebelum melakukan proses pembelajaran.

Yang menjadi subjek dan objek dalam pembelajaran (guru dan siswa) bisa teratasi seiring dengan perkembangan pola-pola pembelajaran yang disertai dengan perkembangan kurikulum. Namun yang menjadi masalah adalah “sumber belajar” yang dipakai. Kecenderungan pemakaian sumber belajar yang terbatas, besar kemungkinan menentukan pengetahuan yang dimiliki peserta didik juga terbatas. Banyak pembelajaran-pembelajaran yang hanya menggunakan sumber belajar sebatas berupa orang dan buku teks. Padahal sumber belajar tidak sebatas itu, pada dasarnya sumber belajar adalah semua sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran dalam memahami dan memperoleh suatu pengetahuan, sikap dan keterampilan sesuai dengan tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.

Tujuan belajar dan tujuan kompetensi inilah yang menjadi tolak ukur untuk menilai kualitas setiap SDM yang tersedia, indikator-indikator yang ditentukan dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut haruslah jelas sebagai tolak ukur ketercapaian tujuan. Kaitannya dengan pemakaian sumber belajar akan mempengaruhi dalam proses pencapaian indikator-indikator tersebut. Tujuan yang ditetapkan telah sesuai dengan apa yang dibutuhkan saat ini, namun jika sumber belajar yang dipakai tidak sesuai maka tujuan tersebut mustahil bisa tercapai. Disinilah dalam proses pembelajaran, pendidik dan peserta didik dituntut untuk saling mengisi dan kritis terhadap esensi bahan-bahan (materi) pembelajaran.

Secara garis besar terdapat dua jenis sumber belajar yaitu: (1) Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design) yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal. (2) Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization) yakni sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

Dari kedua jenis sumber belajar tersebut, ternyata sumber belajar dapat berbentuk: (1) pesan: informasi, bahan ajar; cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya. (2) Orang: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier, dan sebagainya. (3) Bahan: buku, transpansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya. (4) Alat/perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng, dan sebagainya. (5) Pendekatan/model/teknik: diskusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, saresehan, percakapan, biasa, debat, talk show, dan sejenisnya. (6) Lingkungan: Ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor, dan sebagainya.

Bentuk-bentuk sumber belajar tersebut merupakan bahan informasi dan pengetahuan bagi peserta didik dan pendidikan untuk menambah pengetahuan, keterampilan, meningkatkan keahlian dalam berbagai bidang, dan mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Ada kalanya ketika sumber belajar mengalami ketidaksesuaian (ketidaklayakan) dengan apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pendidikan, kita dapat mengetahuinya dari indikator-indikator ketercapaian tujuan pembelajaran dan pendidikan itu sendiri. Selain dari itu perkembangan teknologi dan semakin bertambahnya pengalaman juga mempengaruhi sumber-sumber belajar yang tersedia apakah masih layak dijadikan sumber belajar atau tidak?.

Ada beberapa kriteria dalam memilih sumber belajar: (1) Ekonomis: tidak harus terpatok pada harga yang mahal; (2) Praktis: tidak memerlukan pengelolaan yang rumit, sulit, dan langka; (3) Mudah: Dekat dan tersedia di sekitar lingkungan kita; (4) Fleksibel: dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan; (5) Sesuai dengan tujuan: mendukung proses dan pencapaian tujuan belajar, dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa. Untuk merancang sumber belajar dapat mengikuti alur sebagai berikut:

Perlu ditekankan bahwa untuk menentukan sumber belajar yang sesuai atau tidak (kelayakan pakai) dapat kita sesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan pendidikan itu sendiri dengan memperhatikan indikator-indikatornya (Analisis kurikulum sangat berperan penting).

Menurut penulis sendiri, sumber belajar sama halnya dengan teknologi. Teknologi terkait dengan ide dan pemikiran yang tidak akan pernah berakhir, keberadaan teknologi bersama dengan keberadaan budaya umat manusia.

Sumber dan insipirasi dari:

–          Sudrajat, Akhmad (2008) “Sumber Belajarhttp://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2008/04/

–          Sudrajat, Akhmad (2008) “Pengembangan Bahan Ajarhttp://www.scribd.com/doc/5702869/11-Pengembangan-Bahan-Ajar

–          Indiana Ayu Alwasilah, Pendidikan Ramah Multibahasa, Pikiran Rakyat, 8 Oktober 2009; hal 29

Leave and Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s