<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>IjoBaraya</title>
	<atom:link href="http://ijobaraya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ijobaraya.wordpress.com</link>
	<description>IJO dapat berbagi kisah dan pengalaman</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Dec 2011 09:21:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ijobaraya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>IjoBaraya</title>
		<link>http://ijobaraya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ijobaraya.wordpress.com/osd.xml" title="IjoBaraya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ijobaraya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KONSEP DASAR EVALUASI PEMBELAJARAN</title>
		<link>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/09/21/konsep-dasar-evaluasi-pembelajaran/</link>
		<comments>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/09/21/konsep-dasar-evaluasi-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 02:14:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ijobaraya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi Pembelajaran adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep Dasar Evaluasi Pebelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pengukuran adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Penilaian adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Tes adalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ijobaraya.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Download ! TES Istilah ini berasal dari bahasa latin “testum” yang berarti sebuah piringan atau jambangan dari tanah liat. Istilah ini dipergunakan dalam lapangan psikologi dan selanjutnya hanya dibatasi sampai metode psikologi, yaitu suatu cara untuk menyelidiki seseorang. Penyelidikan tersebut dilakukan mulai dari pemberian suatu tugas kepada seseorang atau untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=286&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.4shared.com/document/XBo-tlnV/Konsep_Dasar_Evaluasi_Pembelaj.html" target="_blank">Download</a> !</p>
<ul>
<li><strong>TES</strong><br />
Istilah ini berasal dari bahasa latin “<em>testum</em>” yang berarti sebuah piringan atau jambangan dari tanah liat. Istilah ini dipergunakan dalam lapangan psikologi dan selanjutnya hanya dibatasi sampai metode psikologi, yaitu suatu cara untuk menyelidiki seseorang. Penyelidikan tersebut dilakukan mulai dari pemberian suatu tugas kepada seseorang atau untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Pada hakikatnya tes adalah suatu alat yang berisi serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau soal-soal yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur suatu aspek perilaku tertentu. Dengan demikian, fungsi tes adalah sebagai alat ukur.</li>
<li><strong>PENGUKURAN<br />
</strong>Pengukuran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas “sesuatu”. Kata “<em>sesuatu</em>” bisa berarti peserta didik, guru, gedung sekolah, meja belajar, papan tulis, dll.  Dalam proses pengukuran tentu guru harus menggunakan alat ukur  (tes atau non tes). Alat ukur tersebut harus standar, yaitu memiliki derajat validitas dan reliabilitas yang tinggi.</li>
<li><strong>PENILAIAN<br />
</strong>Penilaian adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik dalam rangka membuat keputusan-keputusan berdasarkan kriteria dari pertimbangan tertentu. Kegiatan penilaian harus dapat memberikan informasi kepada guru untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya dan membantu peserta didik mencapai perkembangan belajarnya secara optimal. Implikasinya adalah kegiatan penilaian harus digunakan sebagai cara atau teknik untuk mendidik sesuai dengan prinsip <strong><em>pedagogis</em></strong>. Guru harus menyadari bahwa kemajuan belajar perserta didik merupakan <strong><em>salah satu indikator keberhasilan dalam pembelajaran</em></strong>.</li>
<li><strong>EVALUASI</strong><br />
Pada hakikatnya evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk menentukan kualitas (nilai dan arti) dari sesuatu, berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu dalam rangka pembuatan keputusan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:</p>
<ol>
<li>Evaluasi adalah suatu proses bukan suatu hasil (produk). Hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi adalah kualitas sesuatu, baik yang menyangkut tentang nilai atau arti, sedangkan kegiatan untuk sampai pada pemberian nilai dan arti itu adalah evaluasi. Membahas tentang evaluasi berarti mempelajari bagaimana proses pemberian pertimbangan mengenai kualitas sesuatu.</li>
<li>Tujuan evaluasi adalah untuk menentukan kualitas sesuatu, terutama yang berkenaan dengan “nilai dan arti”.
<ul>
<li>Pemberian nilai dilakukan apabila seorang evaluator memberikan pertimbangannya mengenai evaluan tanpa menghubungkannya dengan sesuatu yang bersifat dari luar. Jadi, pertimbangan yang diberikan sepenuhnya berdasarkan apa evaluan itu sendiri.</li>
</ul>
<ul>
<li>Arti, berhubungan dengan posisi dan peranan evaluasi dalam suatu konteks tertentu.</li>
</ul>
</li>
<li>Dalam proses evaluasi harus ada pemberian pertimbangan (<em>judgement</em>) yang merupakan konsep dasar dari evaluasi. Melalui pertimabangan inilah ditentukan nilai dan arti/makna dari sesuatu yang dievaluasi.</li>
<li>Pemberian pertimbangan tentang nilai dan arti haruslah berdasarkan kriteria tertentu. Tanpa kriteria yang jelas, pertimbangan nilai dan arti yang diberikan bukanlah suatu proses yang dapat diklasifikasikan sebagai evaluasi. Kriteria ini penting dibuat oleh evaluator dengan pertimbangan:
<ul>
<li>Hasil evaluasi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.</li>
</ul>
<ul>
<li>Evaluator lebih percaya diri.</li>
<li>Menghindari adanya unsur subjektivitas.</li>
</ul>
<ul>
<li>Memungkinkan hasil evaluasi akan sama, sekalipun dilakukan pada waktu dan orang yang berbeda.</li>
<li>Memberikan kemudahan bagi evaluator dalam melakukan penafsiran hasil evaluasi.</li>
</ul>
</li>
</ol>
</li>
<li><strong>HUBUNGAN EVALUASI-PENILAIAN-PENGUKURAN DAN TES</strong><br />
<a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/09/untitled3.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-290" title="untitled" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/09/untitled3.gif?w=510" alt=""   /></a>Antara penilaian dan evaluasi sebenarnya memiliki persamaan dan perbedaan.</p>
<ul>
<li>Persamaannya adalah keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu, disamping itu juga alat yang digunakan untuk mengumpulkan datanya juga sama. Evaluasi dan penilaian lebih bersifat kualitatif. Pada hakikatnya keduanya merupakan suatu proses membuat keputusan tentang nilai suatu objek.</li>
<li>Perbedaannya terletak pada ruang lingkup dan pelaksanaannya. Ruang lingkup penilaian lebih sempit dan biasanya hanya terbatas pada salah satu komponen atau aspek saja, seperti prestasi belajar. Pelaksanaan penilaian biasanya dilakukan dalam konteks internal. Ruang lingkup evaluasi lebih luas, mencangkup semua komponen dalam suatu sistem dan dapat dilakukan tidak hanya pihak internal tetapi juga pihak eksternal.Evaluasi dan penilaian lebih bersifat komprehensif yang meliputi pengukuran, sedangkan tes merupakan salah satu alat (<em>instrument</em>) pengukuran. Pengukuran lebih membatasi pada gambaran yang bersifat kuantitatif (angka-angka) tentang kemajuan belajar peserta didik, sedangkan evaluasi dan penilaian lebih bersifat kualitatif. Keputusan penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil pengukuran, tetapi dapat pula didasarkan hasil pengamatan dan wawancara. <strong>Perhatikan ilustrasi berikut ini:</strong>&#8220;<em><span style="text-decoration:underline;">Bu Nisa ingin mengetahui apakah peserta didiknya sudah menguasai kompetensi dasar dalam matapelajaran TIK. Untuk itu, Bu Nisa memberikan tes tertulis dalam bentuk objektif pilihan ganda sebanyak 50 soal kepada peserta didiknya (artinya Bu Nisa sudah menggunakan tes). Selanjutnya, Bu Nisa memeriksa lembar jawaban peserta didik sesuai dengan kunci jawaban, kemudian sesuai dengan rumus tertentu dihitung skor mentahnya. Ternyata, skor mentah yang diperoleh peserta didik sangat bervariasi, ada yang memperoleh skor 25, 36, 44, 47, dan seterusnya (sampai disini sudah terjadi pengukuran). Angka atau skor-skor tersebut tentu belum mempunyai nilai /makna dan arti apa-apa. Untuk memperoleh nilai dan arti dari setiap skor tersebut, Bu Nisa melakukan pengolahan skor dengan pendekatan tertentu. Hasil pengolahan dan penafsiran dalam skala 0 – 10  menunjukkan bahwa skor 25 memperoleh nilai 5 (berarti tidak menguasai), skor 36 memperoleh nilai 6 (berarti cukup menguasai), skor 44 memperoleh nilai 8 (berarti menguasai), dan skor 47 memperoleh nilai 9 (berarti sangat memuaskan). Sampai disini sudah terjadi proses penilaian. Ini contoh dalam ruang lingkup penilaian hasil belajar. Jika Bu Nisa menilai seluruh komponen pembelajaram maka berarti terjadi evaluasi.</span></em>&#8220;</li>
</ul>
</li>
<li><strong>KETERKAITAN EVALUASI-PENILAIAN-PENGUKURAN DAN TES</strong><a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/09/untitled3.gif"><em> </em></a><em><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/09/untitled21.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-291" title="untitled2" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/09/untitled21.gif?w=300&#038;h=263" alt="" width="300" height="263" /></a></span></em>
<ul>
<li>Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis, berkelanjutan, dan menyeluruh dalam rangka pengendalian, penjaminan, dan penetapan kualitas (nilai dan arti) pembelajaran terhadap berbagai komponen pembelajaran berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu, sebagai bentuk pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan pembelajaran.</li>
<li>Penilaian hasil belajar adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis, berkelanjutan, menyeluruh dalam rangka pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menilai pencapaian proses dan hasil belajar peserta didik.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<br />Filed under: <a href='http://ijobaraya.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ijobaraya.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ijobaraya.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ijobaraya.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ijobaraya.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ijobaraya.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ijobaraya.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ijobaraya.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ijobaraya.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ijobaraya.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ijobaraya.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ijobaraya.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ijobaraya.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ijobaraya.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ijobaraya.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=286&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/09/21/konsep-dasar-evaluasi-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/314877f0ac55f3354b7e764835ecfc51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fajri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/09/untitled3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">untitled</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/09/untitled21.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Statistika Dasar</title>
		<link>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/09/13/statistika-dasar/</link>
		<comments>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/09/13/statistika-dasar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2010 02:34:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ijobaraya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengenalan Statistika]]></category>
		<category><![CDATA[Statistika Dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ijobaraya.wordpress.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Download&#8230;!! PENGENALAN STATISTIKA Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah dalam bahasa Latin modern ”Statisticum Collegium” (dewan negara) dan bahasa Italia “statistita” (negarawan atau politikus). Statistika secara prinsip mula -mula hanya mengurus data yang dipakai  lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pada abad ke- 19 dan awal abad ke- 20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=277&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Pengenalan Statistika Dasar" href="http://www.4shared.com/document/tWjorF2U/Pengenalan_Statistika_Dasar.html" target="_blank">Download</a>&#8230;!!</p>
<ul>
<li>PENGENALAN STATISTIKA<br />
Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah dalam bahasa Latin modern ”<em>Statisticum Collegium</em>” (dewan negara) dan bahasa Italia “<em>statistita</em>” (negarawan atau politikus). Statistika secara prinsip mula -mula hanya mengurus data yang dipakai  lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pada abad ke- 19 dan awal abad ke- 20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang. Saat ini cabang statistika <strong>digunakan untuk  mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi).</strong> (sumber: wikipedia.org)</li>
<li>PENGERTIAN DAN MACAM STATISTIKA<br />
Statistika adalah ilmu yang bergerak dalam kegiatan statistik. <strong>Statistik adalah “memeriksa rangukuman nilai data atau menyederhanakan kumpulan nilai data menjadi satu nilai data”.</strong> Statistik inilah yang mendeskripsikan kumpulan data dalam bentuk yang mudah dibaca/dipahami. Statistika dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:</p>
<ol>
<li>Statistika Deskriptif (Statistika Perian)<br />
Berkenaan dengan bagaimana data dapat digambarkan/dideskripsikan, baik secara numerik atau secara grafis, untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut, sehingga lebih mudah dibaca dan bermakna.</li>
<li>Statistika Infrerensial<br />
Berkenaan dengan permasalah data dan melakukan pengambilan keputusan berdasarkan anlisis data, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa mendatang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, deret waktu), dsb.</li>
</ol>
</li>
<li>KONSEP DATA<br />
Kegiatan yang berkaitan dengan statistika selalu berhubungan dengan data. Data adalah bentuk jamak dari datum. Datum adalah keterangan atau informasi yang diperoleh dari satu pengamatan  sedangkan data adalah segala keterangan atau informasi yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan.</li>
<li>JENIS &#8211; JENIS DATA
<ul>
<li>Jenis Data Menurut Sifatnya
<ol>
<li>Data Kuantitatif, adalah data yang berbentuk bilangan yang nilainya berubah-ubah (bersifat variabel). Data kuantitif dibedakan menjadi 2 yaitu:
<ul>
<li>Data diskrit, merupakan data dari hasil menghitung/membilang. Contoh:<br />
- Di Jawa Barat hanya terdapat 72 SMK<br />
- Jumlah siswa di kelas ini hanya 36 orang</li>
</ul>
<ul>
<li>Data Kontinu, merupakan data dari hasil mengukur, contoh:<br />
- Tinggi badan siswa kelas 3H rata-rata 167,45 cm<br />
- Luas jalan di kota ini hanya 56,759 m<sup>2</sup></li>
</ul>
</li>
<li>Data Kualitatif, adalah data yang bukan kuantitatif dan sering disebut dengan nama “atribut”. Misalnya: gagal, berhasil, sakit, sembuh, naik, turun, dsb. Contoh:<br />
- Pemasaran hasil produksi berhasil menarik banyak konsumen<br />
- Permintaan lulusan SMK untuk bekerja di industri melonjak naik</li>
</ol>
</li>
<li>Jenis Data Menurut Sumbernya
<ol>
<li>Data Intern, adalah data yang di dapat dari sumber didalam badan atau perusahaan itu sendiri. Contohnya, suatu perusaan yang meinventarisasikan jumlah karyawan, hasil penjualan, jumlah produksi, stok barang di gudang, dan sebagainya.</li>
<li>Data Ekstern, adalah data yang didapat dari sumber lain diluar badan atau perusahaan tadi. Data Ekstern terdiri atas:
<ul>
<li>Data ekstern primer, yaitu jika data dikumpulkan dan dikeluarkan oleh badan/perusahaan yang sama. Contoh: Pemerintah melalui Biro Pusat Statistik melakukan sensus penduduk tahun 2010 untuk memperoleh data penduduk negara indonesia.</li>
<li>Data ekstern sekunder, yaitu jika data dikumpulkan dan dikeluarkan oleh badan atau perusahaan yang tidak sama (berlainan). Contoh: Departemen Pendidikan Nasionala menyediakan beasiswa bagi para siswa SMK yang kurang mampu dan berprestasi dalam bidang olahraga.</li>
</ul>
</li>
</ol>
</li>
<li>Jenis Data Menurut Pengumpulannya
<ol>
<li><em>Cross-Sectional Data</em>, yaitu data yang dikumpulkan pada waktu tertentu yang sama atau hampir sama. Contoh:<br />
- Jumlah siswa SMK Negeri 4 Bandung TA 2005/2006<br />
- Jumlah perusaaan <em>go public</em> tahun 2006</li>
<li><em>Time Series Data</em>, yaitu data yang dikumpulkan selama kurun waktu/periode tertentu. Contoh:<br />
- Pergerakan nilai tukar rupiah dalam satu bulan<br />
- Prediksi padi Indonesia tahun 1997-2006</li>
</ol>
</li>
</ul>
</li>
<li>SKALA PENGUKURAN DATA<br />
Digunakan untuk mengukur suatu variabel dalam rumusan masalah penelitian. Macam-macam skala pengukuruan:</p>
<ul>
<li>Skala Nominal, yaitu skala yang berfungsi untuk mengelompokan data, penggolongan data atau kategorisasi, tetapi tidak memiliki arti. Contoh:<br />
Jenis kelamin diberi skala:<br />
1. Pria<br />
2. Wanita<br />
Angka 2 untuk wanita bukan berarti lebih baik/besar dari angka 1 bagi pria.</li>
<li>Skala Interval, yaitu skala yang memiliki nilai dengan jarak sama. Contoh:<br />
Kepuasan seseorang terhadap pelayanan suatu jasa dapat diberi skala interval 1-2-3-4-5, dimana nilai:<br />
1: Sangat tidak puas<br />
2: Tidak puas<br />
3: Biasa<br />
4: Puas<br />
5: Sangat puas</li>
<li>Skala Rasio, yaitu skala yang dapat memberi arti perbandingan atau perkalian. Contoh:<br />
Berat badan Rony 60 Kg<br />
Berat badan Ali 40 Kg<br />
<em>rasio </em>berat Rony <sup>3</sup>/<sub>2</sub> kali berat Ali. Jadi nilai <sup>3</sup>/<sub>2</sub> memiliki arti.</li>
<li>Skala Ordinal, yaitu skala yang memberi arti prioritas atau peringkat atau ranking. Contoh:<br />
Urutkan pilihan anda dengan angka 1-3.<br />
Ket:<br />
1: Dibutuhkan<br />
2: Biasa<br />
3: Tidak dibutuhkan</p>
<p>Soal:<br />
Benda:  …. Komputer/laptop/handphone<br />
…. Kendaraan (sepeda motor/ mobil)<br />
…. Rumah pribadi<br />
Setiap orang memiliki prioritas yang berbeda.</li>
</ul>
</li>
<li>Dalam proses pengolahan data, ada beberapa istilah statistika yang harus dipahami, diantaranya:
<ul>
<li>Populasi adalah seluruh objek yang diteliti</li>
<li>Sampel adalah bagian dari objek dalam populasi</li>
<li>Variabel penelitian adalah aspek (sudut pandang) yang diteliti dari objeknya</li>
<li>Nilai variabel (x) adalah data yang berbentuk bilangan atau berbentuk keterangan yang menerangkan aspek dari variabel penelitian.Contoh:<br />
Penelitian tentang kesulitan belajar Matematika bagi siswa SMK di Indonesia. Dengan menggunakan salah satu alat statistika. Penelitian hanya dilakukan terhadap siswa SMK di Jawa Barat yang terdiri atas 1000 siswa. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai hasil belajar, materi mana saja dalam matematika yang dianggap sulit, dengan cara mengadakan tes diagnostik.<br />
Dari uraian diatas, dapat diketahui bahwa:</p>
<ul>
<li> Siswa SMK di Indonesia merupakan populasi</li>
<li>1000 siswa SMK di Jawa Barat merupakan sampel</li>
<li>Kesulitan belajar matematika merupakan variabel</li>
<li>Nilai hasil tes diagnostik merupakan nilai variabel (x)</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<br />Filed under: <a href='http://ijobaraya.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ijobaraya.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ijobaraya.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ijobaraya.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ijobaraya.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ijobaraya.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ijobaraya.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ijobaraya.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ijobaraya.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ijobaraya.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ijobaraya.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ijobaraya.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ijobaraya.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ijobaraya.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ijobaraya.wordpress.com/277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=277&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/09/13/statistika-dasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/314877f0ac55f3354b7e764835ecfc51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fajri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kawat Tembaga Sebagai Physical Layer Pada Media Komunikasi Data</title>
		<link>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/05/20/kawat-tembaga-sebagai-physical-layer-pada-media-komunikasi-data/</link>
		<comments>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/05/20/kawat-tembaga-sebagai-physical-layer-pada-media-komunikasi-data/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 21:54:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ijobaraya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware dan Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Copper Cable]]></category>
		<category><![CDATA[Kawat Tembaga]]></category>
		<category><![CDATA[OSI Layers]]></category>
		<category><![CDATA[Perangkat Teknologi Komunikasi Data]]></category>
		<category><![CDATA[Physical Layer]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Komunikasi Data]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ijobaraya.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Download Makalah KATA PENGANTAR Alhamdulillah, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan walaupun tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Makalah ini membahas mengenai gambaran umum Lapisan OSI tahap pertama yaitu “Physical Layer” yang di implementasikan pada penggunaan kawat tembaga sebagai media jaringan komunikasi data. Dalam pembuatan makalah ini, penulis banyak sekali mendapatkan bantuan dan dukungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=245&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://www.4shared.com/document/CS3ToIsF/Makalah_Teknologi_Komunikasi_D.html" target="_blank">Download Makalah</a></h3>
<h1><a name="kp"><br />
KATA PENGANTAR</a></h1>
<p>Alhamdulillah, akhirnya makalah ini dapat diselesaikan walaupun tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Makalah ini membahas mengenai gambaran umum Lapisan OSI tahap pertama yaitu “Physical Layer” </em>yang di implementasikan pada penggunaan kawat tembaga sebagai media jaringan komunikasi data.</p>
<p>Dalam pembuatan makalah ini, penulis banyak sekali mendapatkan bantuan dan dukungan dari teman-teman, selain itu penulis juga mendapatkan hambatan dari kurangnya penjelasan secara rinci mengenai lapisan OSI. Oleh karena itu, penulis memohon saran dan kritikannya untuk penyempurnaan pembahasan mengenai judul yang penulis ambil.</p>
<p>Bandung, Mei 2010</p>
<p>PENULIS</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<h1>DAFTAR ISI</h1>
<p><a href="#kp">Kata Pengantar</a></p>
<p>DAFTAR ISI</p>
<p><a href="#b1">BAB I</a></p>
<p><a href="#b1">PENDAHULUAN</a></p>
<p>1.1.      <a href="#lb">Latar Belakang</a></p>
<p>1.2.      <a href="#pm">Perumusan Masalah</a></p>
<p>1.2.1.      <a href="#im">Identifikasi Masalah</a></p>
<p>1.2.2.     <a href="#bm"> Batasan Masalah</a></p>
<p>1.3.      <a href="#mdt">Maksud Dan Tujuan</a></p>
<p><a href="#b2">BAB II</a></p>
<p><a href="#b2">PEMBAHASAN</a></p>
<p>2.1.      <a href="#guosi">Gambaran Umum OSI Layers</a></p>
<p>2.2.     <a href="#gupl">Gambaran Umum Physical Layers</a></p>
<p>2.3.      <a href="#ppl">Pemanfaatan Physical Layers pada Komunikasi Data</a></p>
<p><a href="#b3">BAB III</a></p>
<p><a href="#b3">PENUTUP</a></p>
<p><a href="#gb">3.1.      Garis Besar </a></p>
<p><a href="#sr">3.2.      Sumber Referensi</a><br />
<a name="b1"><br />
</a></p>
<h1><a name="b1">BAB I</a></h1>
<h1><a name="b1">PENDAHULUAN</a></h1>
<p><a name="lb"><br />
</a></p>
<h2><a name="lb">1.1.          Latar Belakang</a></h2>
<p>Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi semakin hari semakin berkembang, tidak menutup kemungkinan setiap jam dan menit teknologi baru muncul dengan kelebihan dan keunggulan yang berbeda satu sama lain atau mungkin saling melengkapi dan menutupi kekurangan yang ada. Dengan adanya internet merupakan salah satu bentuk teknologi yang seharusnya dapat memotivasi sekaligus memberikan inspirasi untuk menghasilkan kreasi yang bermanfaat. Setiap informasi yang dibutuhkan (yang terkait) dapat dengan cepat diperoleh hanya dengan mengetikan kata kuncinya dengan tepat. Permintaan informasi dari client kepada server langsung disajikan dengan data-data yang terkait pada database yang ada. Bagaimanakah proses pengelolaan data dan proses pengirimannya yang sebenarnya terjadi?. Inilah hal yang sering dilupakan oleh para peselancar di dunia maya.<br />
<a name="pm"><br />
</a></p>
<h2><a name="pm">1.2.          Perumusan Masalah</a></h2>
<p><a name="im"><br />
</a></p>
<h3><a name="im">1.2.1.        Identifikasi Masalah</a></h3>
<p>Ketika terjadi proses pengiriman data dari client kepada server atau sebaliknya, banyak hal-hal yang tidak diketahui oleh para surfer, karena mungkin mereka kurang mengangap penting mengenail hal tersebut. Data yang tidak tepat, hilangnya data, hancurnya data besar kemungkinan terjadi pada proses pengiriman data pada tahap-tahap tertentu. Hal inilah yang menjadi permasalahan pada jaringan komunikasi data.<br />
<a name="bm"><br />
</a></p>
<h3><a name="bm">1.2.2.        Batasan Masalah</a></h3>
<ol>
<li>Membahas secara global mengenai lapisan OSI (OSI Layers</em>)</li>
<li>Membahas mengenai pemanfaatan kawat tembaga sebagai media jaringan komunikasi data</li>
</ol>
<p><a name="mdt"><br />
</a></p>
<h2><a name="mdt">1.3.          Maksud Dan Tujuan</a></h2>
<ol>
<li>Memberikan gambaran secara umum mengenai OSI Layers</li>
<li>Memberikan  gambaran secara umum mengenai Physical Layer</li>
<li>Memberikan  penjelasan secara umum mengenai pemanfaatan kawat tembaga sebagai media  komunikasi data dikaitkan dengan Physical Layer</li>
<li>Sebagai  media penuangan pengetahuan penulis mengenai Physical Layer</li>
<li>Memenuhi  salah satu tugas untuk matakuliah komunikasi data</li>
</ol>
<h1><a name="b2">BAB II</a></h1>
<h1><a name="b2">PEMBAHASAN</a></h1>
<h2>2.1.          Gambaran Umum OSI Layers</h2>
<p><a><br />
Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for Open Networking adalah sebuah model arsitektur jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standarization</em> (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri meruakan singkatan dari (<em>Open System Interconnection</em>). Model ini disebut juga dengan “Model Tujuh Lapis OSI” (OSI <em>Seven Layer Models</em>).</a></p>
<p><a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/1-osi-model.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-251" title="1 osi model" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/1-osi-model.gif?w=510" alt=""   /></a></p>
<p><a>-       <em>Application</em>:  berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.</a></p>
<p>-       <em>Presentation</em>: berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.</p>
<p>-       <em>Session</em>: berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, level ini juga dilakukan resolusi nama.</p>
<p>-       <em>Transport</em>: berfungsi untuk memecah data kedalam paket-paket data seta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.</p>
<p>-       <em>Network</em>: berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat <em>header</em> untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui <em>internetworking</em> dengan menggunakan <em>router</em> dan <em>switch layer-3</em>.</p>
<p>-       <em>Data Link</em>: Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai <strong><em>frame</em></strong>. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, <em>flow control</em>, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti <em>hub</em>, <em>bridge</em>, <em>repeater</em>, dan <em>switch layer 2</em> beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi <em>level</em> ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan <em>Logical Link Control</em> (LLC) dan lapisan <em>Media Access Control</em> (MAC).</p>
<p>-       <em>Physical</em>: berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitek jaringan (<em>Ethernet </em>atau<em> Token Ring</em>), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu level ini juga mendefinisikan bagaimana <em>Network Interface Card</em> (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.<br />
<a name="gupl"><br />
</a></p>
<h2><a name="gupl">2.2.          Gambaran Umum Physical Layers</a></h2>
<p>Secara umum Physical Layers menyediakan sarana untuk transportasi di seluruh jaringan media bit yang menyusun kerangka Data Link layer. Lapisan ini menerima sebuah frame lengkap dari lapisan Data Link dan encode sebagai serangkaian sinyal yang dikirim ke media lokal. Bit dikodekan yang terdiri bingkai yang diterima oleh salah satu perangkat akhir atau sebuah perangkat perantara.</p>
<p>Pengiriman frame di media local memerlukan unsur lapisan berikut: Fisik media dan konektor terkait; sebuh representasi bit pada media Encoding data dan control informasi Pemancar dan Penerima sikkuit pada perangkat jaringan. Ada tiga bentuk dasar media jaringan pada data yaitu:</p>
<ol>
<li>Kabel Tembaga (Copper Cable)<br />
<a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/2-kawat-tembaga.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-252" title="2 kawat tembaga" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/2-kawat-tembaga.gif?w=510" alt=""   /></a><br />
Untuk media kabel tembaga, sinyal-sinyal adalah pola pulsa elektrik.</li>
<li>Fiber<br />
<a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/3-fiber.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-253" title="3 fiber" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/3-fiber.gif?w=510" alt=""   /></a><br />
Untuk serat, pola sinyal cahaya</li>
<li>Wireless<br />
<a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/4-gelombang-radio.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-254" title="4 gelombang radio" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/4-gelombang-radio.gif?w=510" alt=""   /></a>Untuk media wireless, sinyal-sinyal adalah pola transmisi radio.</li>
</ol>
<p>Tiga fungsi dasar dari lapisan  fisik adalah seperti gambar beriktut:<br />
<a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/5-prinsip-pokok.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-255" title="5 prinsip pokok" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/5-prinsip-pokok.gif?w=510" alt=""   /></a></p>
<ol>
<li>Komponen Fisik</li>
<li>Data Encoding<br />
Encoding adalah cara mengubah suatu aliran bit data ke dalam kode standar. Kode adalah pengelompokan bit yang digunakan untuk memberikan pola diprediksi yang dapat diakui oleh pengirim dan menerima. Menggunakan pola diprediksi akan membantu untuk membedakan bit data dari bit kontrol dan menyediakan deteksi kesalahan media yang lebih baik. Selain membuat kode untuk data, metode pengkodean pada lapisan fisik juga dapat memberikan kode untuk tujuan kontrol seperti mengidentifikasi awal dan akhir frame.</li>
<li>Pemberian Signal<br />
Lapisan Fisik harus menghasilkan sinyal-sinyal listrik, optik, atau nirkabel yang mewakili &#8220;1&#8243; dan &#8220;0&#8243; pada media. Metode mewakili bit disebut metode isyarat. Standar lapisan fisik harus menentukan apa yang merupakan jenis sinyal &#8220;1&#8243; dan &#8220;0&#8243;.</li>
</ol>
<p><a name="ppl"><br />
</a></p>
<h2><a name="ppl">2.3.          Pemanfaatan Physical Layers pada Komunikasi Data</a></h2>
<p>Media paling sering digunakan untuk komunikasi data adalah kabel yang menggunakan kawat tembaga untuk sinyal data dan bit kontrol antar perangkat jaringan. Kabel yang digunakan untuk komunikasi data yang biasanya terdiri dari serangkaian kabel tembaga individu yang membentuk sirkuit sinyal didedikasikan untuk tujuan tertentu. Jenis lain dari kabel tembaga, yang dikenal sebagai kabel koaksial, memiliki konduktor tunggal yang berjalan melalui pusat kabel yang terbungkus oleh, namun terisolasi dari, pelindung lainnya.</p>
<p>Tembaga jenis media yang dipilih adalah ditentukan oleh standar lapisan Fisik yang dibutuhkan untuk menghubungkan lapisan Data Link perangkat dua atau lebih jaringan. Kabel ini dapat digunakan untuk menghubungkan node di LAN untuk perangkat perantara, seperti router dan switch. Kabel juga digunakan untuk menghubungkan perangkat WAN ke penyedia layanan data seperti perusahaan telepon. Setiap jenis koneksi dan perangkat kabel terlampir persyaratan yang ditetapkan oleh standar lapisan fisik.</p>
<p>Jaringan media umumnya menggunakan jack modular dan colokan, yang menyediakan koneksi mudah dan pemutusan. Juga, satu jenis konektor fisik dapat digunakan untuk beberapa jenis koneksi. Sebagai contoh, konektor RJ-45 digunakan secara luas dalam LAN dengan satu jenis media dan di beberapa WAN dengan jenis media lain. Berikut adalah contoh hardware yang memakai kawat tembaga</p>
<p><strong><a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/6-contoh-hardware.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-256" title="6 contoh hardware" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/6-contoh-hardware.gif?w=510" alt=""   /></a><br />
</strong><br />
<a name="b3"><br />
</a></p>
<h1><a name="b3">BAB III</a></h1>
<h1><a name="b3">PENUTUP</a></h1>
<p><a name="gb"><br />
</a></p>
<h2><a name="gb">3.1.          Garis Besar</a></h2>
<p>Layer 1 dari model OSI bertanggung jawab atas perangkat interkoneksi fisik. Standar pada lapisan ini mendefinisikan karakteristik listrik, optik, dan radio frekuensi representasi bit yang terdiri dari frame layer Data Link yang akan dikirimkan. Nilai Bit dapat direpresentasikan sebagai pulsa elektronik, pulsa cahaya, atau perubahan dalam gelombang radio. Protokol lapisan fisik menyandikan bit untuk transmisi dan decode mereka di tujuan (destination). Standar pada lapisan ini juga bertanggung jawab untuk menggambarkan karakteristik fisik, listrik, dan mekanik media fisik dan konektor yang menghubungkan dengan perangkat jaringan.<br />
<a name="sr"><br />
</a></p>
<h2><a name="sr">3.2.          Sumber Referensi</a></h2>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Model_OSI">http://id.wikipedia.org/wiki/Model_OSI</a> (diakses 20-05-2010, 21.00)</p>
<p><a href="http://www.cisco.com/web/learning/netacad/index.html">http://www.cisco.com/web/learning/netacad/index.html</a></p>
<p>﻿</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:1254px;width:1px;height:1px;">
<ol>
<li>Memberikan gambaran secara umum mengenai <em>OSI Layers</em></li>
<li>Memberikan  gambaran secara umum mengenai <em>Physical Layer</em></li>
<li>Memberikan  penjelasan secara umum mengenai pemanfaatan kawat tembaga sebagai media  komunikasi data dikaitkan dengan <em>Physical Layer</em></li>
<li>Sebagai  media penuangan pengetahuan penulis mengenai <em>Physical Layer</em></li>
<li>Memenuhi  salah satu tugas untuk matakuliah komunikasi data</li>
</ol>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://ijobaraya.wordpress.com/category/pendidikan/sistem-informasi/hardware-dan-jaringan/'>Hardware dan Jaringan</a>, <a href='http://ijobaraya.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ijobaraya.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ijobaraya.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ijobaraya.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ijobaraya.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ijobaraya.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ijobaraya.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ijobaraya.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ijobaraya.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ijobaraya.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ijobaraya.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ijobaraya.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ijobaraya.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ijobaraya.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ijobaraya.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=245&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/05/20/kawat-tembaga-sebagai-physical-layer-pada-media-komunikasi-data/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/314877f0ac55f3354b7e764835ecfc51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fajri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/1-osi-model.gif" medium="image">
			<media:title type="html">1 osi model</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/2-kawat-tembaga.gif" medium="image">
			<media:title type="html">2 kawat tembaga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/3-fiber.gif" medium="image">
			<media:title type="html">3 fiber</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/4-gelombang-radio.gif" medium="image">
			<media:title type="html">4 gelombang radio</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/5-prinsip-pokok.gif" medium="image">
			<media:title type="html">5 prinsip pokok</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/05/6-contoh-hardware.gif" medium="image">
			<media:title type="html">6 contoh hardware</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memasang Kabel UTP RJ-45</title>
		<link>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/04/27/memasang-kabel-utp-rj-45/</link>
		<comments>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/04/27/memasang-kabel-utp-rj-45/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 10:26:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ijobaraya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware dan Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Cara membuat kabel Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabel Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabel UTP]]></category>
		<category><![CDATA[Memasang Kabel UTP]]></category>
		<category><![CDATA[UTP adalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ijobaraya.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum memasang kabel UTP RJ-45, perlu dipersiapkan peralatan dan bahan sebagai berikut: Kabel UTP Cat-5 atau Cat-5e Konektor RJ-45 Crimp Tool Tester (jika diperlukan) Berikut adalah penjelasannya: Kabel UT Singkatan dari Unshielded Twisted Pair. Kabel UTP yang sering digunakan untuk kabel LAN biasanya kategori 5 atau sering disebut cat-5. Kabel UTP terdiri dari beberapa kategori [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=209&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum memasang kabel UTP RJ-45, perlu dipersiapkan peralatan dan bahan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><strong>Kabel UTP Cat-5 atau Cat-5e </strong></li>
<li><strong>Konektor RJ-45</strong></li>
<li><strong>Crimp Tool</strong></li>
<li><strong>Tester (jika diperlukan)</strong></li>
</ol>
<p>Berikut adalah penjelasannya:</p>
<ul>
<li><strong>Kabel UT</strong><br />
Singkatan dari <em>Unshielded Twisted Pair</em>. Kabel UTP yang sering digunakan untuk kabel LAN biasanya kategori 5 atau sering disebut cat-5. Kabel UTP terdiri dari beberapa kategori yaitu: (sumber: syafran.wordpress.com).</li>
</ul>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="82" valign="top"><strong>Kategori</strong></td>
<td width="462" valign="top"><strong>Kegunaan</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="82" valign="top">cat-1</td>
<td width="462" valign="top">Sebelumnya   dipakai untuk POST (<em>Plain Old Telephone   Service</em>) <em>telephone</em> dan ISDN</td>
</tr>
<tr>
<td width="82" valign="top">cat-2</td>
<td width="462" valign="top">Untuk   token ring network dengan bandwidth 4Mbps</td>
</tr>
<tr>
<td width="82" valign="top">cat-3</td>
<td width="462" valign="top">Frekuensi   diatas 16 MHz dan lebih populer untuk pemakaian 10 Mbps</td>
</tr>
<tr>
<td width="82" valign="top">cat-4</td>
<td width="462" valign="top">Frekuensi   diatas 20 MHz dan sering dipakai untuk 16 Mbps token ring network</td>
</tr>
<tr>
<td width="82" valign="top">cat-5</td>
<td width="462" valign="top">Frekuensi   diatas 100MHz dan bisa dipakai untuk network dengan kecepatan 100 Mbps,   tetapi kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.</td>
</tr>
<tr>
<td width="82" valign="top">cat-5e</td>
<td width="462" valign="top">Frekuensi   dan kecepatan sama dengan cat-5, tetapi lebih support gigabyte Ethernet   network</td>
</tr>
<tr>
<td width="82" valign="top">cat-6</td>
<td width="462" valign="top">Memiliki   kecepatan 250 Mbps atau dua kali cat-5 dan cat-5e</td>
</tr>
<tr>
<td width="82" valign="top">cat-6a</td>
<td width="462" valign="top">Kabel   masa depan untuk kecepatan diatas 10 Gbps</td>
</tr>
<tr>
<td width="82" valign="top">cat-7</td>
<td width="462" valign="top">Di   design untuk bekerja pada frekuensi diatas 600 M</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Berikut contoh gambar kabel UTP Cat 5:</p>
<p><a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/utp.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-210" title="Kabel UTP Cat 5" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/utp.gif?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>Untuk pengkabelan dikenal istilah: <em>Straight</em> dan <em>Crossover</em>. Berikut perbedaannya:</p>
<ol>
<li>Kabel <em>Straight<br />
</em></p>
<ul>
<li>Fungsinya: menghubungkan PC ke HUB, PC ke Switch, Switch ke router, HUB ke router.</li>
<li>Urutan Kabelnya ada dua macam, yaitu:
<ul>
<li>568A EIA/TIA<br />
PutihHijau Hijau; PutihOrange Biru; PutihBiru Orange; PutihCokelat Cokelat</li>
<li><a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/straight-568a.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-211" title="straight 568A" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/straight-568a.gif?w=510" alt=""   /></a>568B EIA/TIA<br />
PutihOrange Orange; PutihHijau Biru; PutihBiru Hijau; PutihCokelat Cokelat<br />
<a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/straight-568b.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-212" title="straight 568B" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/straight-568b.gif?w=510" alt=""   /></a>Pada saat membuat kabel <em>Straight</em>, gunakanlah salah satu saja, jangan keduanya. Pilih model 568A atau 568B  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li>Kabel <em>Crossover<br />
</em></p>
<ul>
<li>Fungsinya: Menghubungkan PC ke PC, Hub ke Hub, Switch ke Switch, Hub ke Switch</li>
<li>Urutan kabelnya: gabungan dari kedua macam kabel <em>Straight</em> 568A dan 568B.<br />
<a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/crossover.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-214" title="Crossover" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/crossover.gif?w=510" alt=""   /></a></li>
</ul>
</li>
</ol>
<ul>
<li><strong>Konektor RJ-45<br />
</strong>RJ singkatannya adalah <em>Registered Jack</em>. Untuk konektor RJ-45 terdiri dari 8 pin, seperti pada gambar berikut:<br />
Pin 1 dimulai dari sebelah kiri dan seterusnya hingga pin 8. Hati-hati jika anda membeli Connector tertukar dengan RJ-11. Perbedaannya dilihat dari jumlah pin, RJ-11 berjumlah 4 pin, sedangkan RJ-45 berjumlah 8 pin. Untuk konektor yang berstandar internasional biasanya terdapat tulisan “AMP”<br />
<a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/rj45pinout.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-215" title="Where is Pin 1 ?" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/rj45pinout.gif?w=510" alt=""   /></a></li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/rj45-plug-empty.gif"><img class="size-full wp-image-216 aligncenter" title="pim1-8 rj45" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/rj45-plug-empty.gif?w=510" alt=""   /></a></p>
<ul>
<li><strong>Crimp Tool<br />
</strong>Crimp Tool/Crimping Tool adalah alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11, sesuai kebutuhan. Alat ini bisa digunakan untuk memotong kabel UTP, mengupas, dan meng-crimpting kabel UTP. <em>Crimping Tool</em> ada yang hanya untuk RJ-11 atau RJ-45, dan ada juga gabungannya.<a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/rj45_rj11_crimping_tools.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-218" title="Crimping Tool 1" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/rj45_rj11_crimping_tools.gif?w=510" alt=""   /><br />
</a><a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/crimper.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-219" title="crimper" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/crimper.gif?w=510" alt=""   /></a></li>
<li><strong>Cable Tester<br />
</strong><em>Tester Cable</em> adalah alat untuk mencek apakah kabel yang kita buat sudah terkoneksi dengan baik atau belum, sebelum dihubungkan dengan perangkat komputer dan jaringan. Sebagai catatan bahwa, hasil tes menggunakan <em>tester</em> tidak berarti menunjukkan kabel tersebut berfungsi dengan baik. Contoh gambar <em>Tester Cable:<br />
<a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/testerandtooltj1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-221" title="Cable Tester" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/testerandtooltj1.jpg?w=510" alt=""   /></a></em></li>
</ul>
<p>Download Modul: <a title="Cara Memasang Kabel UTP" href="http://www.4shared.com/document/cbdG02bP/Memasang_Kabel_UTP_RJ-45.html" target="_blank">Cara Memasang Kabel UTP RJ-45.pdf</a></p>
<p>Download Video:</p>
<ol>
<li>Cara memasang<em> <a title="Cable Straight" href="http://www.4shared.com/video/n9FS25Kz/Straight_0001.html" target="_blank">Cable Straight</a></em></li>
<li>Cara memasang<em> <a title="Cable Crossover" href="http://www.4shared.com/video/q_F5_j4B/Crossover_0001.html" target="_blank">Cable Crossover</a></em></li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://ijobaraya.wordpress.com/category/pendidikan/sistem-informasi/hardware-dan-jaringan/'>Hardware dan Jaringan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ijobaraya.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ijobaraya.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ijobaraya.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ijobaraya.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ijobaraya.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ijobaraya.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ijobaraya.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ijobaraya.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ijobaraya.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ijobaraya.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ijobaraya.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ijobaraya.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ijobaraya.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ijobaraya.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=209&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/04/27/memasang-kabel-utp-rj-45/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/314877f0ac55f3354b7e764835ecfc51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fajri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/utp.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Kabel UTP Cat 5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/straight-568a.gif" medium="image">
			<media:title type="html">straight 568A</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/straight-568b.gif" medium="image">
			<media:title type="html">straight 568B</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/crossover.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Crossover</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/rj45pinout.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Where is Pin 1 ?</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/rj45-plug-empty.gif" medium="image">
			<media:title type="html">pim1-8 rj45</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/rj45_rj11_crimping_tools.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Crimping Tool 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/crimper.gif" medium="image">
			<media:title type="html">crimper</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/04/testerandtooltj1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cable Tester</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengenalan Visual Basic 6.0</title>
		<link>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/04/27/pengenalan-visual-basic-6-0/</link>
		<comments>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/04/27/pengenalan-visual-basic-6-0/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 10:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ijobaraya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemrograman]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar Visual Basic 6.0]]></category>
		<category><![CDATA[Dasar-Dasar Visual Basic 6.0]]></category>
		<category><![CDATA[Kode Visual Basic 6.0]]></category>
		<category><![CDATA[Modul Visual Basic 6.0]]></category>
		<category><![CDATA[Pemrograman Visual Basic 6.0]]></category>
		<category><![CDATA[Source Code Visual Basic 6.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ijobaraya.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Visual Basic adalah salah satu development tools untuk membangun aplikasi dalam lingkungan windows. Dengan pendekatan visual digunakan untuk merancang user interface dalam bentuk form, sedangkan untuk kodingnya menggunakan bahasa basic yang cenderung mudah dipelajari. Umumnya pembuatan suatu aplikasi dimulai dari perancangan dan pembuatan user interface, mengatur property dari tiap objek yang digunakan, kemudian melakukan pengkodean. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=224&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Visual Basic adalah salah satu development tools untuk membangun aplikasi dalam<br />
lingkungan windows. Dengan pendekatan visual digunakan untuk merancang user<br />
interface dalam bentuk form, sedangkan untuk kodingnya menggunakan bahasa basic<br />
yang cenderung mudah dipelajari. Umumnya pembuatan suatu aplikasi dimulai dari<br />
perancangan dan pembuatan user interface, mengatur property dari tiap objek yang<br />
digunakan, kemudian melakukan pengkodean.</li>
<li>IDE (Integrated Development Environtment) Visual Basic merupakan Lingkungan<br />
Pengembangan Terpadu bagi programmer dalam mengembangkan aplikasinya, karena<br />
dengan menggunakan IDE programmer dapat membuat User Interface, melakukan<br />
koding, melakukan testing dan debugging, kemudian mengkompilasi program menjadi<br />
executable.</li>
</ul>
<p>Sekarang mari kita praktek, dan silahkan download modul berikut:</p>
<ol>
<li><a title="Materi 1.pdf" href="http://www.4shared.com/document/90z-myj_/Praktek_1.html" target="_blank">Materi</a>, <a title="Projek 1" href="http://www.4shared.com/file/cu5Weag9/Praktek_Modul_1.html" target="_blank">Projek</a></li>
</ol>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Visual Basic adalah salah satu development tools untuk membangun aplikasi dalam<br />
lingkungan windows. Dengan pendekatan visual digunakan untuk merancang user<br />
interface dalam bentuk form, sedangkan untuk kodingnya menggunakan bahasa basic<br />
yang cenderung mudah dipelajari. Umumnya pembuatan suatu aplikasi dimulai dari<br />
perancangan dan pembuatan user interface, mengatur property dari tiap objek yang</p>
<ul>
<li>digunakan, kemudian melakukan pengkodean.</li>
</ul>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://ijobaraya.wordpress.com/category/pendidikan/sistem-informasi/pemrograman/'>Pemrograman</a>, <a href='http://ijobaraya.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ijobaraya.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ijobaraya.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ijobaraya.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ijobaraya.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ijobaraya.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ijobaraya.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ijobaraya.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ijobaraya.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ijobaraya.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ijobaraya.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ijobaraya.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ijobaraya.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ijobaraya.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ijobaraya.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=224&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/04/27/pengenalan-visual-basic-6-0/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/314877f0ac55f3354b7e764835ecfc51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fajri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Filsafat Pendidikan Idealisme</title>
		<link>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/03/12/filsafat-pendidikan-idealisme/</link>
		<comments>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/03/12/filsafat-pendidikan-idealisme/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 06:52:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ijobaraya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ijobaraya.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Idealisme merupakan sistem filsafat yang telah dikembangkan oleh para filsuf di Barat maupun di Timur. Di Timur, idealisme berasal dari India Kuno, dan di Barat idealisme berasal dari Plato, yaitu filsuf Yunani yang hidpu pada tahun 427-347 sebelum Masehi. Dalam pengertian filsafati, idealisme adalah sistem filsafat yang menekankan pentingnya keunggulan pikiran (mind), roh (soul) atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=202&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --> <!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Idealisme merupakan sistem filsafat yang telah dikembangkan oleh para filsuf di Barat maupun di Timur. Di Timur, idealisme berasal dari India Kuno, dan di Barat idealisme berasal dari Plato, yaitu filsuf Yunani yang hidpu pada tahun 427-347 sebelum Masehi. Dalam pengertian filsafati, </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>idealisme adalah sistem filsafat yang menekankan pentingnya keunggulan pikiran (</strong></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>mind</strong></em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>), roh (</strong></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>soul</strong></em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>) atau jiwa (</strong></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em><strong>spirit</strong></em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>) dari pada hal-hal yang bersifat kebendaan atau material.</strong></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Pandangan-pandangan umum yang disepakati oleh para filsuf idealisme, yaitu:</span></span></p>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Jiwa 	(</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>soul</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">) 	manusia adalah unsur yang paling penting dalam hidup.</span></span></li>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Hakikat 	akhir alam semesta pada dasarnya adalah nonmaterial.</span></span></li>
</ol>
<ul>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Konsep Filsafat Umum Ideologis</span></span></li>
</ul>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --> <!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<ol>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Metafisika</strong><br />
</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Metafisika adalah cabang filsafat yang mempelajari atau membahas hakikat realitas (segala sesuatu yang ada) secara menyelurh (komprehensif).<br />
</span></span></p>
<ul>
<li><strong>Hakikat Realistis</strong><br />
<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Para filsuf idealis mengklaim bahwa hakikat realitas bersifat spiritual atau ideal. Bagi penganut idealisme, realitas diturunkan dari suatu substansi fundamental, adapun substansi fundamental itu sifatnya nonmaterial, yaitu pikiran/spirit/roh. Benda-benda yang bersifat material yang tampak nyata, sesungguhnya diturunkan dari pikiran/jiwa/roh.</span></span></li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Hakikat Manusia</strong><br />
<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menurut para filsuf idealisme bahwa manusia hakikatnya bersifat spiritual/kejiwaan. Menurut Plato, setiap manusia memiliki tiga bagian jiwa, yaitu </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>nous</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> (akal fikiran) yang merupakan bagian rasional, </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>thumos</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> (semangat atau keberanian), dan </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>epithumia </em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">(keinginan, kebutuhan atau nafsu). Dar ketiga bagian jiwa tersebut akan muncul salah satunya yang dominan. Jadi, hakikat manusia bukanlah badannya, melainkan jwa/spiritnya, manusia adalah makhluk berfikir, mampu memilih atau makhluk yang memiliki kebebasan, hidup dengan suatu aturan moral yang jelas dan bertujuan</span></span></li>
</ul>
</li>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Epistemotologi</strong><br />
</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari atau membahas tentang hakikat pengetahuan. Menurut filsuf idealisme, proses mengetahui terjadi dalam pikiran, manusia memperoleh pengetahuan melalui berfikir dan intuisi (gerak hati). Beberapa filsuf percaya bahwa pengetahuan diperoleh dengan cara mengingat kembali (semua pengetahuan adalah susatu yang diingat kembali)</span></span></li>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Aksiologi<br />
</strong></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari atau membahas tentang hakikat nilai. Para filsuf idealisme sepakat bahwa nilai-nilai bersifat abadi. Menurut penganut </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Idealime Theistik</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> nilai-nilai abadi berada pada Tuhan. Penganut </span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>Idealisme Pantheistik</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> mengidentikan Tuhan dengan alam</span></span></li>
</ol>
<ul>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Implikasi Terhadap Pendidikan</strong><br />
</span></span></p>
<ol>
<li><strong>Tujuan Pendidikan</strong><br />
<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Menurut para filsuf idealisme, pendidikan bertujuan untuk membantu perkembangan pikiran dan diri pribadi (</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><em>self</em></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">) siswa. Mengingat bakat manusia berbeda-beda maka pendidikan yang diberikan kepada setiap orang harus sesuai dengan bakatnya masing-masing.</span></span></li>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Kurikulum Pendidikan<br />
</strong></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Kurikulum pendidikan idealisme berisikan pendidikan liberal dan pendidikan vokasional/praktis. Pendidikan liberal dimaksudkan untuk pengembangan kemampuan-kemampuan rasional dan moral. Pendidikan vokasional dimaksudkan untuk pengembangan kemampuan suatu kehidupan/pekerjaan.</span></span></li>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Metode Pendidikan<br />
</strong></span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Tidak cukup mengajar siswa tentang bagaimana berfikir, sangat penting bahwa apa yang siswa pikirkan menjadi kenyataan dalam perbuatan. Metode mangajar hendaknya mendorong siswa untuk memperluas cakrawala, mendorong berfikir reflektif, mendorong pilihan-pilihan morak pribadi, memberikan keterampilan-keterampilan berfikir logis, memberikan kesempatan menggunakan pengetahuan untuk masalah-masalah moral dan sosia, miningkatkan minat terhadap isi mata pelajaran, dan mendorong siswa untuk menerima nilai-nilai peradaban manusia (Callahan and Clark,1983).</span></span></li>
<li><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Peran Guru dan Siswa<br />
</span></span><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Para filsuf idealisme mempunyai harapan yang tinggi dari para guru. Keunggulan harus ada pada guru, baik secara moral maupun intelektual. Tidak ada satu unsur pun yang lebih penting di dalam sistem sekolah selain guru. Guru hendaknya “bekerjasama dengan alam dalam proses menggabungkan manusia, bertanggung jawab menciptakan lingkungan pendidikan bagi para siswa. Sedangkan siswa berperan bebas mengembangkan kepribadian dan bakat-bakatnya”. (Edward J.Power,1982)</span></span></li>
</ol>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --> <!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --> <!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --> <!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></li>
</ul>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Sumber Informasi: Syaripudin, Tatang. 2008. &#8220;Pengantar Filsafat Pendidikan&#8221;.Bandung: Percikan Ilmu</span></span></p>
<p><a title="Presentasi Filsafat Pendidikan Idealisme" href="http://www.4shared.com/file/238785625/1b09a0e6/FILSAFAT_PENDIDIKAN_IDEALISME.html"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Download Presentasi</span></span></a></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><a title="Filsafata Pendidikan Idealisme format PDF" href="http://www.4shared.com/file/238794901/a0d20f95/Resume_Filsafat_Pendidikan_Ide.html">Download PDF</a><br />
</span></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://ijobaraya.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ijobaraya.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ijobaraya.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ijobaraya.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ijobaraya.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ijobaraya.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ijobaraya.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ijobaraya.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ijobaraya.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ijobaraya.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ijobaraya.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ijobaraya.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ijobaraya.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ijobaraya.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ijobaraya.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=202&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/03/12/filsafat-pendidikan-idealisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/314877f0ac55f3354b7e764835ecfc51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fajri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Capacity Channel Transmission</title>
		<link>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/03/10/capacity-channel-transmission/</link>
		<comments>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/03/10/capacity-channel-transmission/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 02:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ijobaraya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Broadband]]></category>
		<category><![CDATA[Capacity Channel Transmission]]></category>
		<category><![CDATA[Channel Transmission adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Narrow Band]]></category>
		<category><![CDATA[Pengiriaman Data]]></category>
		<category><![CDATA[WideBand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ijobaraya.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Gambar dibawah ini merupakan gambaran proses transmisi data! Ketika transmitter mengirimkan data ke receiver maka, diperlukan media untuk mengantarkan data tersebut (media transmisi). Media transmisi itu bisa berupa hardwire, softwire, dan direct link. Media transmisi memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk mengoptimalkan fungsinya. Kemampuan yang berbeda-beda inilah dapat dikaitkan dengan “Capcity Channel Transmission”. Capacity Channel Transmission” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=195&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gambar dibawah ini merupakan gambaran proses transmisi data!</p>
<p><a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/03/untitled.png"><img title="Gambaran proses transmisi data" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/03/untitled.png?w=300&#038;h=233" alt="" width="300" height="233" /></a></p>
<p>Ketika <em>transmitter</em> mengirimkan data ke <em>receiver</em> maka, diperlukan media untuk mengantarkan data tersebut (media transmisi). Media transmisi itu bisa berupa <em>hardwire</em>, <em>softwire</em>, dan <em>direct link</em>. Media transmisi memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk mengoptimalkan fungsinya. Kemampuan yang berbeda-beda inilah dapat dikaitkan dengan “<em>Capcity Channel Transmission</em>”.</p>
<p><em>Capacity Channel Transmission</em>” dapat diartikan sebagai kapasitas media/saluran transmisi. Jika, diartikan secara struktur katanya, maka:</p>
<ol>
<li>Capacity (kapasitas) adalah kemampuan maksimum untuk menampung data.</li>
<li>Channel (saluran/media) adalah saluran yang digunakan untuk menyalurkan data dari transmitter kepada receiver</li>
<li>Transmission adalah Proses perpindahan data dari transmitter ke receiver.</li>
</ol>
<p>Jadi, dapat diambil pengertian bahwa <strong>kapasitas media/saluran transmisi adalah kemampuan maksimum suatu perantara (saluran) untuk menampung data yang dikirimkan oleh transmitter kepada receiver.</strong> Perlu ditekankan bahwa kapasitas saluran transmisi bukan kecepatan pengiriman data tetapi kemampuan maksimum untuk menampung data yang dikirimkan. Ukuran kapasitas transmisi adalah Bandwidth. Bandwidth menunjukkan sejumlah data yang dapat ditransmisikan untuk satu unit waktu yang dinyatakan dalam satuan <em>bits per second</em> (bps) atau <em>characters per second</em> (cps).</p>
<p>Kapasitas Saluran Transmisi bisa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:</p>
<ol>
<li>Narrowband Channel<br />
<em>Narrowband Channel</em> atau <em>Subvoice Grade Channel</em> merupakan kanal transmisi dengan  <em>bandwidth</em> yang rendah, berkisar dari 50-300 bps. Biaya transmisi lewat <em>narrow band channel</em> lebih rendah, tetapi biaya  rata-rata per bitnya lebih mahal dengan tingkat kemampuan kesalahan yang besar. Jalur telegraph merupakan contoh dari penggunaan <em>Narrowband Channel</em>.</li>
<li>Voiceband Channel<br />
<em>Voiceband Channel</em> atau <em>Voice Grade Channel</em> merupakan saluran transmisi yang mempunyai <em>bandwidth</em> lebih besar dibandingkan dengan <em>narrowband channel</em>, yang berkisar dari 300-500bps. Jalur telepon merupakan contoh dari kanal jenis ini.</li>
<li>Wideband Channel<br />
Secara umum, transmisi data yang pada saluran ini sangat mahal, tetapi bila diperhitungkan biaya perbitnya akan lebih murah dan kemungkinan kesalahan transmisi kecil. Contoh penggunaannya:</p>
<ul>
<li>Pemancar layanan TV secara broadcast, menggunakan 6 MHz pada setiap saluran.</li>
<li>Cable TV (CATV), atau TV Kabel dan televisi pada 700MHz.</li>
<li>Pemancaran siaran televisi dan TV Satelit. Juga termasuk untuk komunikasi data dan akses dari internet.</li>
<li>ATM (Asyncronous Transmission Mode)  sampai 13,22 Gbps. Layanan yang memiliki kemampuan besar untuk melakukan transfer data, video dan suara.</li>
</ul>
<ul>
<li>SONET sampai 13,22 Gbps, melalui layanan media fiber optic multiplexing berkecepatan tinggi.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Proses transmisi data berpotensi untuk terjadi kesalahan (error) data. Kemungkinan yang terjadi adalah data yang diterima tidak sama dengan data asli, yang paling parah adalah rusaknya data tersebut. Gambar berikut menggambarkan data yang tidak sinkron.</p>
<p><a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/03/data-yang-tidak-sinkron.png"><img title="data yang tidak sinkron" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/03/data-yang-tidak-sinkron.png?w=317&#038;h=166" alt="" width="317" height="166" /></a></p>
<p>KESIMPULAN</p>
<p>Proses perpindahan (transmisi) data analog dan digital bukan merupakan hal yang aneh, tetapi telah menjadi kebutuhan yang krusial dalam perkembangan teknologi saat ini. Untuk melakukan transmisi data diperlukan media(channel) transmisi sebagai saluran dan perantara pengiriman data dari transmitter (sumber) kepada receiver (penerima). Kemampuan suatu media untuk menampung berapa banyak data yang bisa dibawanya merupakan hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan transmisi, karena akan berpengaruh pada sinkronisasi antara data yang asli dengan data yang diterima. Kemampuan maksimal daya tampung media(channel) transmisi untuk menampung data disebut dengan “<em>Capacity Channel Transmission</em>”, yang terbagi menjadi 3 jenis yaitu. <em>Narrowband. Voiceband</em>, dan <em>Wideband</em>.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="514">
<tbody>
<tr>
<td width="159"><strong>Jenis Channel</strong></td>
<td width="111"><strong>Kapasitas</strong></p>
<p><strong>Transmisi</strong></td>
<td width="65"><strong>Biaya</strong></p>
<p><strong>Total</strong></td>
<td width="86"><strong>Biaya</strong></p>
<p><strong>Rata-rata</strong></td>
<td width="92"><strong>Tingkat</strong></p>
<p><strong>Kesalahan</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="159" valign="top">Narrowband</td>
<td width="111" valign="top">50 – 300 bps</td>
<td width="65" valign="top">Rendah</td>
<td width="86" valign="top">Tinggi</td>
<td width="92" valign="top">Tinggi</td>
</tr>
<tr>
<td width="159" valign="top">Voiceband</td>
<td width="111" valign="top">300 – 500 bps</td>
<td width="65" valign="top">Sedang</td>
<td width="86" valign="top">Sedang</td>
<td width="92" valign="top">Sedang</td>
</tr>
<tr>
<td width="159" valign="top">Wideband</td>
<td width="111" valign="top">s/d 1 juta bps</td>
<td width="65" valign="top">tinggi</td>
<td width="86" valign="top">Rendah</td>
<td width="92" valign="top">Rendah</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>SARAN</p>
<p>Sebelum menentukan jenis channel yang akan digunakan, sebaiknya tentukan terlebih dahulu berapa besar data yang akan dipindahkan, seberapa sering proses transmisi dilakukan, apakah proses transmisi menggunakan keuangan pribadi, dan apakah penggunaan channel transmisi milik pribadi. Jadi, menentukan jenis channel yang terbaik haruslah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.</p>
<p><a title="Capacity Channel Transmission" href="http://www.4shared.com/file/233986546/fca472e7/Kapasitas_Channel_Transmission.html">Download Lengkap</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://ijobaraya.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ijobaraya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ijobaraya.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ijobaraya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ijobaraya.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ijobaraya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ijobaraya.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ijobaraya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ijobaraya.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ijobaraya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ijobaraya.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ijobaraya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ijobaraya.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ijobaraya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ijobaraya.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=195&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/03/10/capacity-channel-transmission/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/314877f0ac55f3354b7e764835ecfc51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fajri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/03/untitled.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gambaran proses transmisi data</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2010/03/data-yang-tidak-sinkron.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">data yang tidak sinkron</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Maslow</title>
		<link>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/01/06/teori-maslow/</link>
		<comments>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/01/06/teori-maslow/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 10:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ijobaraya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kebutuhan Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Maslow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ijobaraya.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Kecenderungan manusia yang tidak pernah puas pada apa yang didapat sehingga mendorong manusia untuk terus menggali, mencari, dan berusaha memenuhi apa yang dibutuhkan saat ini sampai prediksi kebutuhan yang akan datang. Menurut Abraham Maslow, beberapa kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia dan membaginya kedalam dua bagian utama, yaitu: Kebutuhan Dasar adalah kebutuhan yang harus dipenuhi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=191&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kecenderungan manusia yang tidak pernah puas pada apa yang didapat sehingga mendorong manusia untuk terus menggali, mencari, dan berusaha memenuhi apa yang dibutuhkan saat ini sampai prediksi kebutuhan yang akan datang. Menurut <strong>Abraham Maslow</strong>, beberapa kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia dan membaginya kedalam dua bagian utama, yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>Kebutuhan Dasar</strong> adalah kebutuhan yang harus dipenuhi, jika kebutuhan ini telah terpenuhi maka motivasi atau dorongan untuk memenuhi kebutuhan ini sedikit demi sedikit akan surut. Yang termasuk ke dalam kebutuhan dasar yaitu:<br />
-   <strong>Kebutuhan Fisiologis (lahiriah),</strong> kebutuhan ini terlihat dari kebutuhan sandang, pangan, dan papan.-<br />
-   <strong>Kebutuhan Rasa Aman,</strong> seperti kebutuhan bebas dari penjajahan, bebas dari teror, bebas dari ancaman, jaminan seseorang dalam kedudukan, dl<br />
-   <strong>Kebutuhan Sosial,</strong> seperti kebutuhan memiliki teman, keluarga, kebutuhan lawan jenis, dll</li>
<li><strong>Kebutuhan Tumbuh</strong> adalah kebutuhan yang tidak akan pernah terpenuhi sepenuhnya. Yang temasuk ke dalam kebutuhan tumbuh yaitu<br />
<strong>-   Kebutuhan Penghargaan,</strong> seperti kebutuhan mendapatkan pujian, penghargaan, tanda jasa, hadiah, dll<br />
-   <strong>Kebutuhan Aktualisasi Diri,</strong> seperti kebutuhan atau keinginan untuk bertindak sesuka hati untuk mengembangkan bakat, minat, dan menyempurnakan diri. Contoh nyatanya yaitu ketika seseorang yang berusaha memahami suatu masalah dan ternyata dia berhasil menyelesaikannya, maka cepat atau lambat dia akan termotivasi untuk mencari berbagai cara yang baru untuk menyelesaikan masalah yang beragam pula</li>
</ol>
<p>Untuk memenuhi semua “<strong>kebutuhan tumbuh</strong>” terlebih dahulu “<strong>kebutuhan dasar</strong>” harus pernah dipenuhi.</p>
<p>Sumbernya dari beberapa website dan buku-buku!! * Terimakasih untuk semuanya!!</p>
<br />Posted in Pendidikan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ijobaraya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ijobaraya.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ijobaraya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ijobaraya.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ijobaraya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ijobaraya.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ijobaraya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ijobaraya.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ijobaraya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ijobaraya.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ijobaraya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ijobaraya.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ijobaraya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ijobaraya.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=191&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ijobaraya.wordpress.com/2010/01/06/teori-maslow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/314877f0ac55f3354b7e764835ecfc51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fajri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keterampilan Dasar Mengajar</title>
		<link>http://ijobaraya.wordpress.com/2009/11/23/keterampilan-dasar-mengajar/</link>
		<comments>http://ijobaraya.wordpress.com/2009/11/23/keterampilan-dasar-mengajar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 09:23:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ijobaraya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Awal]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Inti]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Penutup]]></category>
		<category><![CDATA[Keterampilan Dasar Mengajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ijobaraya.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Keterampilan mengajar bagi seorang guru adalah sangat penting, jika ia ingin menjadi seorang guru yang profesional. Untuk mengaktualisasikan keterampilan dasar mengajar, guru memiliki kemampuan utama yaitu kemampuan menguasai materi dan kemampuan untuk terampil membelajarkannya. Keterampilan mengajar (teaching skills) adalah kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus (most specific instructional behaviours) yang harus dikuasai oleh guru (As. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=180&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keterampilan mengajar bagi seorang guru adalah sangat penting, jika ia ingin menjadi seorang guru yang profesional. Untuk mengaktualisasikan keterampilan dasar mengajar, guru memiliki kemampuan utama yaitu kemampuan menguasai materi dan kemampuan untuk terampil membelajarkannya.</p>
<p>Keterampilan mengajar (<em>teaching skills</em>) adalah kemampuan atau keterampilan yang bersifat khusus (<em>most specific instructional behaviours</em>) yang harus dikuasai oleh guru (As. Glicman, 1991). Skema penerapan keterampilan dasar mengajar:</p>
<p><a href="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2009/11/skema-pembelajaran1.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-182" title="Skema pembelajaran" src="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2009/11/skema-pembelajaran1.png?w=350&#038;h=49" alt="" width="350" height="49" /></a><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&gt;                  &lt;![endif]--></p>
<p>v  <strong>Pembukaan</strong></p>
<p>Kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan situasi pembelajaran yang siap sebelum pembelajaran inti dimulai. Tujuan dari pembukaan ini adalah:</p>
<ol>
<li>Menarik      perhatian siswa</li>
<li>Menimbulkan      motivasi</li>
<li>Memberikan      acuan</li>
<li>Membuat      kaitan</li>
</ol>
<p>v  <strong>Inti</strong></p>
<p>Kegiatan pembelajaran yang melibatkan interaksi siswa dengan siswa dan interaksi siswa dengan guru dalam membahas suatu materi bahan ajar dengan tetap pada koridor aturan pembelajaran yang telah disepakati. Kegiatan inti dalam mengajar suatu bahan ajar dapat dilakukan dengan metode:</p>
<ol>
<li>Ceramah</li>
</ol>
<p>Ceramah atau kuliah merupakan metode belajar tradisional dimana bahan disajikan oleh guru secara monolog sehingga pembicaraan bersifat satu arah. Pada metode ini, keaktifan di dominasi oleh guru sedangkan siswa hanya mendengar dengan teliti, menerima informasi, serta mencatat pokok-pokok dari materi yang dikemukakan oleh guru.</p>
<ol>
<li>Metode      Diskusi</li>
</ol>
<p>Metode diskusi merupakan cara lain dalam belajar mengajar dimana guru dan siswa, bahkan antarsiswa terlibat dalam suatu proses interaksi secara aktif dan timbal balik. Metode ini dapat melibatkan komunikasi satu arah (<em>one way</em>), dua arah (<em>two way</em>s), dan multi arah (<em>multi ways</em>).</p>
<ol>
<li>Drama      (memainkan peran).</li>
</ol>
<p>Melalui metode ini siswa diharapkan akan lebih menjiwai dan merasakan esensi dan hakikat dari materi yang sedang dibahas. Metode ini lebih cocok dipakai untuk matapelajaran yang sifatnya normatif (PAI, PKN, Pend. Bahasa Indonesia, Pend. Jasmani)</p>
<p>v  <strong>Penutup</strong></p>
<p>Kegiatan yang dilakukan guru untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari selama kegiatan pembelajaran. Bentuk kegiatan ini dapat berupa:</p>
<ol>
<li>Memberikan      kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan dan menyimpulkan apa saja yang      telah didapat selama pembelajaran berlangsung. (Kegiatan meninjau)</li>
<li>Memberikan      kuisioner kepada siswa sebelum membubarkan siswa untuk pelajaran      selanjutnya. (Kegiatan evaluasi).</li>
</ol>
<br />Posted in Pendidikan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ijobaraya.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ijobaraya.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ijobaraya.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ijobaraya.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ijobaraya.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ijobaraya.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ijobaraya.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ijobaraya.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ijobaraya.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ijobaraya.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ijobaraya.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ijobaraya.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ijobaraya.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ijobaraya.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=180&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ijobaraya.wordpress.com/2009/11/23/keterampilan-dasar-mengajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/314877f0ac55f3354b7e764835ecfc51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fajri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ijobaraya.files.wordpress.com/2009/11/skema-pembelajaran1.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Skema pembelajaran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BIOLOGI KOMUNIKASI</title>
		<link>http://ijobaraya.wordpress.com/2009/11/20/biologi-komunikasi/</link>
		<comments>http://ijobaraya.wordpress.com/2009/11/20/biologi-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 03:40:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ijobaraya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Aksiologis]]></category>
		<category><![CDATA[Epistemologis]]></category>
		<category><![CDATA[Frontal]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi Biologi]]></category>
		<category><![CDATA[Occipital]]></category>
		<category><![CDATA[Ontologis]]></category>
		<category><![CDATA[Parietal]]></category>
		<category><![CDATA[Temporal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ijobaraya.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Dari beberapa sumber yang saya baca, ternyata biologi komunikasi itu merupakan salah satu bidang kajian ilmu komunikasi yang baru. Sebuah ilmu atau bidang kajian baru dipersyaratkan harus mampu menjawab pertanyaan apa, mengapa, dan untuk apa. Tiga pertanyaan tersebut dalam ilmu filsafat dikenal sebagai ongtologis, epistemologis, dan aksiologis. Secara ontologis, biologi komunikasi berupaya menunjukkan dan menjelaskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=177&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari beberapa sumber yang saya baca, ternyata biologi komunikasi itu merupakan salah satu bidang kajian ilmu komunikasi yang baru. Sebuah ilmu atau bidang kajian baru dipersyaratkan harus mampu menjawab pertanyaan <em>apa</em>, <em>mengapa</em>, dan <em>untuk apa</em>. Tiga pertanyaan tersebut dalam ilmu filsafat dikenal sebagai <em>ongtologis, epistemologis,</em> dan <em>aksiologis.</em></p>
<p>Secara <strong>ontologis</strong>, biologi komunikasi berupaya menunjukkan dan menjelaskan tentang perilaku komunikasi manusia dalam berbagai bentuk dengan pendekatan analisis biologi, khususnya telaah tentang peranan otak –otak kiri dan kanan.</p>
<p>Secara <strong>epistemologis</strong>, biologi komunikasi harus mampu menjelaskan tentang kebenaran itu dan apa saja bukti yang dapat dipertanggunjawabkan agar ketentuan itu dapat dipercaya. Biologi komunikasi ini dipetakan ke dalam bentuk perilaku internal dan eksternal. Melalui kegiatan belajar siswa, kita bisa melihat dan menganalisis berbagai fenomena biologi, khususnya komunikasi internal di dalam otak. Dari aktifitas yang dilakukan siswa selama belajar, fenomena biologi komunikasi dapat dijelaskan secara lebih detail, mulai dari pengondisian bagian spesifik otak itu hingga ia melakukan komunikasi intrapersonal. Aktifitas intrapersonal itu mewakili kegiatan biologi komunikasi yang dilakukan oleh bagian spesifik otak.</p>
<p>Kebenaran dari biologi komunikasi bisa dibuktikan melalui riset tentang cara kerja bagian otak yang secara filosofis dapat direkam melalui <em>elektro</em> <em>ensephalographi</em> (EEG). Secara filosofi epsitemologis, aktifitas bagian spesifik otak manusia ini dikondisikan untuk dapat melihat, memahami, mendengar, merasakan, dan kecenderungan bertindak.</p>
<p>Secara <strong>aksiologis,</strong> biologi komunikasi dapat dibuktikan melalui kajian terhadap perilaku biologis manusia, khususnya proses pembelajaran, seperti melihat, memahami, merasakan, dan kecenderungan bertindak. Semua perilaku itu sangat bermanfaat dan mendukung penuh proses pembelajaran dalam rangka optimalisasi aktivitas belajar siswa. Jika perilaku dasar dalam pembelajaran dapat dipahami dengan baik, optimalisasi pencapaian prestasi dapat terwujud. Selain itu, dengan biologi komunikasi pembelajaran siswa akan lebih terkontrol, mudah dianalisis, mudah diarahkan, mudah dirasakan dan mudah diklasifikasikan tingkat pemahamannya. Berbagai kemudahan itu akan memberik kemudahan pula dalam pengukuran perilaku psikomotorik siswa.</p>
<p>Perilaku biologi yang dikendalikan oleh belahan otak kiri dan kanan jelas terlihat ketika seseorang merespons bunyi bahasa dan berbicara. Komunikasi ini lebih dominan terjadi di belahan otak kiri dan kanan. Otak kanan memainkan peranan penting untuk menginterpretasi informasi visual. Otak kiri mengontrol bagian tubuh sebelah kanan, sedangkan otak kanan mengontrol tubuh bagian kiri. Kedua otak itu merupakan salah satu dari empat bagian otak. Otak besar bagian luar (Cortex), secara rinci dibagi menjadi empat bagian, yaitu <em>occipital lobe</em> (penglihatan), <em>pariental lobe </em>(cita rasa), <em>temporal</em> <em>lobe </em>(pendengaran, memori dan emosi), dan <em>frontal lobe</em> (pergerakan otot, moral, emosi dan ekspresi)</p>
<ul>
<li><strong>Parasagital</strong></li>
</ul>
<p>Parasagital merupakan bagian spesifik otak manusia yang bertugas menyambungkan belahan otak kiri dan kanan. Pesan yang diterima, diproses, dan ditransformasikan oleh bagian spesifik otak lainnya seperti frontal, temporal, parietal, dan occipital harus lebih dulu melalui bagian parasagital ini. Parasagital terletak di antara belahan otak kiri dan kanan membentang luas dari belakang hingga depan otak manusia. Informasi yang masuk dan diterima berbentuk visual, audio, dan kinestetik, penerjemahan dan transformasinya sangat dipengaruhi oleh kondisi parasagital. Dalam proses belajar, baik ilmu-ilmu sosial maupun eksakta, jalur transformasi informasi itu harus melalui bagian spesifik otak bernama parasagital. Dalam konteks komunikasi, bagian ini sangat menentukan kelancaran proses komunikasi yag bersifat sirkuler. Informasi yang dikirim dari belahan otak kiri ke kanan atau sebaliknya akan dikembalikan ke belahan otak pengirim kemudian akan diubah menjadi sebuah keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan oleh individu dalam pembelajaran. Proses ini dilakukan agar ada keseimbangan keputusan, dan keseimbangan ini sangat menentukan benar tidaknya tindakan atau pengambilan keputusan itu.</p>
<ul>
<li><strong>Frontal</strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong>Bagian spesifik lainnya yang berperan penting dan menentukan aktivitas biologi komunikasi adalah frontal. Bagian spesifik ini berfungsi mengontrol pergerakan tubuh. Tetapi tugas utamanya adalah mengontrol proses berfikir, cara memori bekerja, intelegensi, konsentrsi, emosi dan personalitas (kepribadian). Frontal lobe yang terletak di belahan otak kiri disebut <strong>broca</strong>. Broca berkemampuan mengontrol pergerakan sederhanan organ tubuh lainnya, juga mengontrol mimic atau roman wajah, pergerakan lidah, dan tenggorokan saat menelan makanan. Proses pengontrolan mimic roman muka meruapakan salah satu produk atau efek dari proses biologi komunikasi. Jika bagian spesifik otak frontal ini mengalami gangguan, individu pasti mengalami hambatan dalam berbicara. Ini terlihat dari segi keteraturan bunyi-bunyi dan kalimat yang diucapkannya.</p>
<p>Di wilayah frontal ini  terdapat beberapa bagian, yaitu <em>precentral gyrus</em> yang berfungsi mengontrol gerakan sel-sel otak;  <em>prescentral sulcus, </em> termasuk didalamnya superior <em>frontal gyrus</em>, <em>middle frontal gyrus</em>, dan <em>inferior frontal gyrus</em>. Fungsi paling utamanya adalah mengontrol gerakan, memberi bahan pertimbangan untuk bertindak atau berprilaku sesuai dengan keinginan individu. Di otak kiri dan kanan terdapat frontal. Komposisi frontal ini pada umumnya sama. Bagian penghubung antara kedua buah frontal ini disebut <em>median sagital (sagital-frontal)</em>. Secara lengkap frontal berfungsi melakukan control terhadap perilaku, berfikir abstrak, mencari pemecahan masalah, perhatian, sentuhan kreatif, control emosi, intelektual, keputusan, refleksi, inisiatif, kebiasaan, koordinasi gerakan, gerakan mata, kepekaan senyum, gerakan keterampilan terpola, dan reaksi fisik lannya.</p>
<ul>
<li><strong>Parietal</strong></li>
</ul>
<p>Parietal terdapat di otak kiri dan kanan. Komunikasi antara parietal dan memori ketika menerima informasi baru menjadi media untuk memaknai objek atau benda yang disentuh oleh indera peraba. Parietal juga berfungsi membantu bagian spesifik occipital untuk melihat, mendengar, memberi persepsi berdasarkan sentuhan indera peraba, dan memanipulasi pemaknaan terhadap objek yang disentuh. Secara lengkap, parietal berfungsi untuk melakukan sensasi berdasarkan sentuhan, mengapresiasikan hasil sentuhan, memberi respon terhadap stimulus internal, memaknai kombinasi stimulus secara lengkap, mempelajari bahasa dan membaca, serta membantu fungsi penglihatan.</p>
<ul>
<li><strong>Occipital</strong></li>
</ul>
<p>Occipital disebut pula <em>visual cortex</em> yang berfungsi melakukan pengamatan dan penglihatan. Ketika siswa melakukan pengamatan terhadap gambar animasi, proses penglihatannya dikontrol oleh fungsi occipital ini. Dalam melakukan tugas kerjanya, occipital yang terletak di belahan otak kanan menginterpretasikan tanda-tanda visual yang diperoleh dari bagian wilayah penglihatan sebelah kiri (mata kiri). Sebaliknya, occipital yang terletak di belahan otak kiri menerima dan mengontrol hasil penglihatan dari kanan (mata kanan). Occipital terletak di bagian belakang otak, baik di belahan kiri maupun kanan. Ditinjau dari komunikasi nonverbal, upaya mempersepsi informasi dibantu secara optimal oleh bagian spesifik occipital ini.</p>
<ul>
<li><strong>Temporal</strong></li>
</ul>
<p>Bagian spesifik otak yang membuktikan adanya biologi komunikasi selama aktifitas pembelajaran adalah temporal. Bagian ini membantu manusia untuk mendengar, dan menganalisa suara berdasarkan bunyi yang masuk ke dalam pusat pendengaran. Hasil dari pendengaran dan interpretasinya dikirim ke dalam memori, terutama daerah Wernicke’s. Temporal ini dimiliki oleh otak kiri dan kanan. Temporal memiliki wilayah <em>superior temporal gyrus</em>, <em>middle temporal gyrus</em>, dan <em>inferior temporal gyrus</em>.</p>
<p>Temporal kiri disebut <em>Werninke’s area</em>. Wilayah ini sangat mempengaruhi kemampuan mempersepsi atas apa saja yang dilihatnya. Secara lengkap, temporal lobe ini berfungsi untuk menjadi memori pendengaran, mendengarkan, memori penglihatan, musk, perasaan takut, membantu kerja memori, berbicara, emosi, dan stimulus indentifikasi.<strong></strong></p>
<p><strong>Sumber informasi seluruhnya dari:<br />
</strong></p>
<p>Darmawan, Deni. 2009, <em>Komunikasi Biologi Komunikasi Pembelajaran Berbasis Brain Infromation Communication And Technology. </em>Bandung: humaniora.</p>
<br />Posted in Pendidikan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ijobaraya.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ijobaraya.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ijobaraya.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ijobaraya.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ijobaraya.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ijobaraya.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ijobaraya.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ijobaraya.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ijobaraya.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ijobaraya.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ijobaraya.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ijobaraya.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ijobaraya.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ijobaraya.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ijobaraya.wordpress.com&amp;blog=6095567&amp;post=177&amp;subd=ijobaraya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ijobaraya.wordpress.com/2009/11/20/biologi-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/314877f0ac55f3354b7e764835ecfc51?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fajri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
